
Tim Cook dan John Ternus menandai transisi kepemimpinan Apple saat perusahaan memasuki persaingan baru di era kecerdasan buatan (Bloomberg)
JawaPos.com - John Ternus mulai mengambil alih kepemimpinan Apple pada 1 September dengan mandat besar membawa perusahaan memasuki era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, pergantian pucuk pimpinan Apple tidak berarti Tim Cook benar-benar meninggalkan panggung. Mantan CEO itu tetap akan menangani hubungan perusahaan dengan Presiden Donald Trump dan pemerintah Tiongkok.
Bagi Apple, pembagian peran tersebut mencerminkan transisi yang berlangsung bertahap. Ternus, 51 tahun, mewarisi tanggung jawab untuk menentukan arah produk dan masa depan teknologi Apple, sementara Cook tetap menjadi figur penting dalam menghadapi persoalan geopolitik dan hubungan pemerintahan yang semakin menentukan bisnis perusahaan.
Dilansir dari Bloomberg, Senin (31/8/2026), Ternus memasuki jabatan barunya menjelang rangkaian peluncuran produk musim gugur yang ambisius. Apple menyiapkan iPhone lipat pertamanya serta perangkat layar pintar yang dapat mengenali siapa yang berbicara dan menyesuaikan konten. Namun, tugas terbesarnya adalah menjawab pertanyaan tentang bagaimana Apple mempertahankan keberhasilannya pada era AI.
Selama 25 tahun di Apple, Ternus membangun kariernya sebagai insinyur sebelum memimpin pengembangan Mac, iPad, AirPods, iPhone, hingga seluruh divisi rekayasa perangkat keras. Dia juga mengawasi pengembangan AirPods berkamera yang dapat menafsirkan lingkungan pengguna, kacamata pintar, sistem keamanan rumah, serta perangkat rumah dengan layar yang terpasang pada lengan robot.
Dalam salah satu langkah terakhirnya sebagai kepala perangkat keras, Ternus memperkenalkan platform AI untuk mempercepat pengembangan produk, pengujian perangkat keras, dan meningkatkan keandalan perangkat.
"Kita akan mampu memecahkan masalah yang bahkan lebih sulit," katanya kepada karyawan, seraya menilai AI dapat membantu Apple menerapkan pelajaran dari produk lama untuk pengembangan produk baru.
Namun, mandat itu datang ketika Apple masih berupaya mengejar ketertinggalan dalam AI generatif. Apple Intelligence sempat mengalami hambatan, sementara perusahaan membangun ulang teknologi yang mendukung Siri dan menggunakan teknologi Gemini milik Google sebagai fondasinya. Peluncuran besar Siri berbasis AI pada September menjadi ujian penting bagi Ternus untuk memperbaiki reputasi asisten suara Apple.
Ternus tetap optimistis terhadap masa depan perusahaan. "Saya sangat bersemangat memasuki peran ini pada saat seperti sekarang. Saya dapat mengatakan kepada Anda bahwa kita akan segera mengubah dunia sekali lagi," katanya kepada karyawan. "Kita memiliki peta jalan yang luar biasa di depan."
Di sisi lain, Cook tetap memegang posisi sebagai ketua eksekutif Apple. Dia mengatakan kepada Ternus bahwa dirinya akan terus mengelola hubungan perusahaan dengan Trump dan pemerintah Tiongkok serta siap menangani tugas lain yang diperlukan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
