Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Agustus 2026 | 22.47 WIB

Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?

Wakil Kepala PPATK 2011-2016 Agus Santoso. (Dok.JawaPos.com). - Image

Wakil Kepala PPATK 2011-2016 Agus Santoso. (Dok.JawaPos.com).

JawaPos.com - Dalam peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 pada 2026 ini, kita menyadari bahwa Indonesia masih belum berhasil mewujudkan negara dengan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera secara merata serta gemah ripah loh jinawi.

Salah satu penyebabnya adalah tidak tersedianya dana murah dalam jumlah besar, yang mencukupi untuk digunakan sebagai modal pembiayaan pembangunan infrastruktur strategis. 

Padahal dengan tersedianya dana murah dalam jumlah besar, hal itu bisa memfasilitasi pembangunan berkelanjutan dan membiayai inovasi, yang menjadikan Indonesia bisa unggul di kancah persaingan global. Selain itu juga bisa mendukung pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan. 

Belajar dari proses pemulihan ekonomi Amerika Serikat pasca Perang Dunia 1, kita mengetahui bahwa pada 1917, negeri 'Paman Sam' menerbitkan Liberty Bond dengan yield rendah (4,5 persen). Hal ini sebagai upaya untuk menggalang dana masyarakat secara besarbesaran di luar APBN. 

Tujuannya adalah merehabilitasi ekonomi dan sekaligus menggelorakan rasa patriorisme bangsa Amerika.

Berkaca dari Amerika Serikat, implementasi Pasal 50A UU P2SK No. 4 Tahun 2026, menurut hemat saya memiliki tujuan yang serupa dengan Liberty Bond tersebut.

Pasal 50A adalah dasar hukum penerbitan instrumen keuangan varian baru di negeri ini, yaitu berupa Obligasi Khusus yang dinamakan "Patriot Bond" yang diterbitkan oleh Danantara (holding BUMN seperti halnya Temasek di Singapura).

Dari perspektif keuangan, pasal 50A telah membentuk instrumen keuangan khusus. Yaitu bentuk pilihan investasi penempatan dana yang memberi label "patriotik" kepada investornya. Hal ini karena si investor telah menunjukkan komitmennya sebagai investor yang "siap berkorban" untuk menerima imbal hasil (yield) yang rendah (di 2 persen). 

Investor dinilai tidak berorientasi pada yield komersil, tetapi dengan sadar memilih menempatkan dananya ke Obligasi Khusus demi tujuan mulia, yaitu membantu penyediaan dana murah.

Dari sisi Danantara, dana murah dalam jumlah besar yang dikumpulkan dari investasi pihak swasta besar itu, ditujukan untuk digunakan sebagai modal pembiayaan proyek strategis nasional yang produktif, dan mempunyai dampak sosial ekonomi tinggi, tetapi memang bukan bersifat komersial murni dan butuh waktu panjang.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore