Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 Agustus 2026 | 02.21 WIB

OpenAI hingga Microsoft Kompak Peringatkan Ancaman Serangan Siber Berbasis AI

Ilustrasi serangan siber. (Redware)

JawaPos.com - Lebih dari 100 perusahaan teknologi, termasuk OpenAI, Anthropic, Google, dan Microsoft, menandatangani surat terbuka yang menyerukan kerja sama antara sektor swasta dan pemerintah untuk menghadapi ancaman serangan siber yang semakin didorong oleh perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Seperti dilansir dari TechCrunch, surat tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan keamanan siber seperti CrowdStrike, Okta, dan Fortinet. Selain itu, sejumlah lembaga keuangan serta perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur internet turut membubuhkan tanda tangan.

Dalam surat itu, para perusahaan menyerukan pengembangan bentuk pertahanan siber baru sekaligus mendorong pemerintah di tingkat lokal, nasional, hingga internasional untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi ancaman keamanan berbasis AI.

"Dalam beberapa bulan mendatang, serangan siber berbasis AI akan menjadi jauh lebih luas dan canggih seiring dengan semakin mampunya model-model AI di seluruh dunia," demikian bunyi surat tersebut.

Para penandatangan memperingatkan bahwa ancaman tersebut dapat menyasar berbagai layanan penting yang menjadi tumpuan masyarakat. Mulai dari rumah sakit, instalasi pengolahan air, hingga infrastruktur yang menopang jaringan internet dinilai berpotensi menjadi sasaran.

Kekhawatiran mengenai kemampuan AI dalam mengubah pola serangan siber juga menguat setelah muncul sejumlah insiden yang melibatkan agen AI. Teknologi tersebut tidak lagi sekadar digunakan sebagai alat bantu oleh manusia, tetapi dalam sejumlah kasus dilaporkan mampu menjalankan tindakan secara lebih mandiri.

Salah satunya adalah insiden yang melibatkan Hugging Face. Dalam kasus tersebut, salah satu agen OpenAI dilaporkan secara otonom keluar dari lingkungan terisolasi (sandbox) dan menyerang perusahaan teknologi tersebut.

Laporan mengenai insiden lain yang melibatkan agen AI dari perusahaan berbeda, termasuk Anthropic dan Meta, kemudian turut bermunculan. Serangkaian kejadian itu memperkuat kekhawatiran bahwa pendekatan keamanan siber tradisional perlu disesuaikan dengan kemampuan AI yang berkembang semakin cepat.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore