
Ilustrasi AI (Freepik)
JawaPos.com - Perkembangan artificial intelligence (AI) diperkirakan bakal mengubah cara berbagai profesi bekerja. Mulai dari bidang medis, hukum, teknik, hingga bisnis akan menghadapi perubahan seiring semakin luasnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan.
Di tengah perubahan tersebut, mahasiswa diingatkan untuk tidak menjadikan AI sebagai pengganti kemampuan manusia dalam mengambil keputusan. Pesan itu disampaikan dalam rangkaian hari ketiga UPH Festival 2026 pada 15 Agustus 2026 melalui sesi bertajuk ‘AI Will Change Everything. Will It Change You?’.
Sesi tersebut dibawakan oleh Niel Nielson, Senior Advisor Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH). Ia mengajak mahasiswa memahami AI sebagai teknologi yang dapat membantu berbagai pekerjaan, tetapi penggunaannya tetap membutuhkan sikap kritis, bijaksana, dan bertanggung jawab.
“AI dapat menghitung, memprediksi, dan memproses data dengan sangat cepat. Namun, AI tidak dapat mengasihi, tidak dapat membedakan kebaikan dan kejahatan secara moral, serta tidak dapat berkorban bagi orang lain. AI adalah pelayan yang sangat baik, tetapi jangan pernah menjadikannya sebagai tuan atas hidup Anda,” tuturnya di Jakarta, dikutip Sabtu (29/8).
Menurutnya, kemampuan AI dalam mengolah data dan menjalankan berbagai tugas tidak serta-merta membuat teknologi tersebut memiliki kemampuan yang sama dengan manusia.
Karena itu, mahasiswa perlu tetap mempertahankan kemampuan untuk membangun relasi dan mempertimbangkan aspek kemanusiaan dalam menggunakan teknologi.
Sebelum sesi mengenai AI, ribuan mahasiswa baru, dosen, staf, dan pimpinan universitas mengikuti Founder’s 5K Run. Kegiatan lari sejauh lima kilometer mengelilingi kawasan Lippo Village itu membawa pesan Finish What You Start, yang mengajak peserta menyelesaikan sesuatu yang telah dimulai dan menjalani proses dengan tekun.
Berakhirnya UPH Festival 2026 menandai dimulainya kehidupan mahasiswa baru di lingkungan kampus. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan selama tiga hari, mereka akan menghadapi proses pembelajaran, organisasi, komunitas, kompetisi, hingga berbagai pengalaman kepemimpinan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022