
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria. (Didik Setiawan/ Pewarta Foto Indonesia)
JawaPos.com - Kecerdasan artifisial (AI) membuat modus penipuan digital semakin sulit dikenali. Teknologi seperti deepfake hingga suara sintetis kini dapat dimanfaatkan untuk meniru orang terdekat atau tokoh terkenal, sehingga korban semakin sulit membedakan komunikasi asli dengan penipuan.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan penggunaan AI dalam kejahatan siber telah memperluas kemampuan pelaku. Di Indonesia, gelombang penipuan berbasis AI tersebut disebut telah menyebabkan kerugian mencapai Rp9,1 triliun.
Menurut Nezar, perkembangan teknologi AI tidak hanya memberikan kemampuan baru bagi sistem pertahanan siber, tetapi juga membuat pelaku kejahatan dapat menjalankan aksinya dengan lebih cepat dan luas.
“AI tidak menciptakan ancaman ini dari ketiadaan, tetapi mempercepat perkembangan, kualitas, dan jangkauannya,” ujar Wamen Nezar dalam acara Kaspersky's Academic Partners Summit 2026 di Jakarta Pusat, dikutip Jumat (21/8).
Salah satu bentuk ancaman yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan AI untuk membuat suara sintetis. Pelaku dapat menggunakan teknologi tersebut untuk menghasilkan suara yang menyerupai orang yang dikenal korban maupun figur publik.
Kondisi itu membuat penipuan berbasis rekayasa sosial semakin sulit diidentifikasi hanya dengan mengandalkan suara atau tampilan komunikasi. Deepfake dan model AI yang semakin canggih juga telah tersedia secara luas sehingga kemampuan untuk membuat konten manipulatif tidak lagi terbatas pada kelompok dengan keahlian teknis tertentu.
Di tingkat Asia-Pasifik, Perserikatan Bangsa-Bangsa juga memperkirakan kerugian akibat penipuan daring dapat mencapai USD 114 miliar tahun ini.
Menghadapi peningkatan ancaman tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mendorong penguatan sistem keamanan yang tidak hanya bertindak setelah serangan terjadi. Keamanan perlu menjadi bagian dari proses pembangunan teknologi sejak tahap awal.
“Tujuan kita adalah membangun kerangka kerja tata kelola keamanan AI yang komprehensif dan kuat yang memungkinkan inovasi untuk terus maju sambil memastikan bahwa keamanan, akuntabilitas, dan ketahanan dibangun sejak awal,” jelas Wamen Nezar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Hapoel Beer Sheva vs Sabah FK di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Malaga: Los Rojiblancos Menang Tipis?
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Skor Celtic vs LASK Linz di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Potensi The Hoops Menang!
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
