Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Juli 2026 | 05.43 WIB

WhatsApp Mulai Uji Fitur Username, Pakar Khawatir Penipuan dan Peniruan Identitas Meningkat

WhatsApp (Freepik) - Image

WhatsApp (Freepik)

JawaPos.com - WhatsApp mulai meluncurkan fitur reservasi username (nama pengguna) secara bertahap pekan ini. Fitur yang memungkinkan pengguna mencari dan mengirim pesan tanpa membagikan nomor telepon tersebut dijadwalkan meluncur secara luas pada akhir tahun ini.

Melalui fitur ini, pengguna tidak lagi bergantung pada nomor telepon sebagai identitas utama, melainkan menggunakan username yang dikelola oleh WhatsApp. Meta menyebut langkah tersebut dapat meningkatkan privasi pengguna.

Namun, kehadiran fitur baru ini juga memunculkan kekhawatiran dari kalangan pakar keamanan siber dan regulator, terutama di India yang menjadi pasar terbesar WhatsApp dengan lebih dari 500 juta pengguna.

Berdasarkan pengujian TechCrunch, sejumlah username yang menyerupai tokoh publik dan lembaga penting masih tersedia untuk dipesan. Di antaranya seperti "indiamodi", "shahrukh.actor", "teamamitabh", "ambanijio", hingga "rbi_verify".

Meta mengatakan telah mencadangkan username milik tokoh publik, instansi pemerintah, dan beberapa variasinya agar hanya dapat digunakan oleh pemilik resmi. Namun, perusahaan tidak menjelaskan mekanisme penentuan username yang dilindungi tersebut.

Pemerintah India pun meminta WhatsApp menunda peluncuran fitur itu. Dalam surat yang dikirim Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi (MeitY), fitur username dinilai berpotensi meningkatkan kasus phishing, penipuan daring, hingga peniruan identitas karena pelaku kejahatan dapat menghubungi korban tanpa mengungkapkan nomor telepon.

Di sisi lain, organisasi hak digital Internet Freedom Foundation (IFF) menilai langkah pemerintah tersebut tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Menurut IFF, penipuan seharusnya ditangani melalui penegakan hukum terhadap pelaku, bukan dengan membatasi fitur yang tersedia bagi pengguna.

CEO SocialProof Security Rachel Tobac menilai penggunaan username sebenarnya memberikan manfaat bagi privasi karena pengguna tidak perlu lagi membagikan nomor telepon kepada orang asing. Namun, ia mengingatkan bahwa username yang mirip dengan identitas tokoh atau organisasi tetap dapat dimanfaatkan untuk aksi penipuan.

Ia menyarankan pengguna memilih username yang unik dan sulit ditebak agar lebih aman dari spam maupun upaya penyamaran.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore