Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Juli 2026 | 06.30 WIB

Spam Judol Banjiri Kolom Komentar Medsos, CISSReC Soroti Keseriusan Platform Moderasi Konten

Ilustrasi Judi online - Image

Ilustrasi Judi online

JawaPos.com - Kolom komentar di berbagai platform media sosial seperti Instagram, Facebook, X, hingga TikTok belakangan dipenuhi akun-akun yang mempromosikan judi online. Komentar-komentar tersebut umumnya menggunakan foto profil perempuan, menyisipkan tautan menuju situs perjudian, lalu disebarkan secara masif ke unggahan yang sedang ramai.

Fenomena tersebut dinilai bukan sekadar mengganggu kenyamanan pengguna media sosial. Di balik maraknya spam itu, muncul pertanyaan mengenai sejauh mana platform media sosial menjalankan sistem moderasi kontennya. Padahal, perusahaan teknologi memiliki algoritma dan infrastruktur yang mampu mendeteksi akun bot, aktivitas tidak wajar, hingga ribuan komentar identik yang dikirim dalam waktu singkat.

Chairman CISSReC, Pratama Persadha, mengatakan pemerintah sebenarnya telah mengambil berbagai langkah untuk menekan penyebaran judi online. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga telah menerbitkan regulasi serta mendorong platform digital memperkuat moderasi terhadap konten perjudian.

Namun, menurutnya, implementasi di tingkat platform masih belum berjalan optimal. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan penyelenggara media sosial perlu diperkuat, termasuk melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi komentar spam, akun bot, maupun pola aktivitas yang mencurigakan secara otomatis.

"Regulasi sudah ada, Komdigi sudah mendorong. Tapi kalau platformnya tidak menjalankan dengan serius, mau bagaimana lagi. Mereka yang memegang kendali penuh atas sistem moderasi mereka," kata Pratama Persadha dalam keterangannya, Kamis (2/7).

Ia menjelaskan, platform sebenarnya memiliki kemampuan untuk mengenali ribuan komentar serupa yang dikirim dalam waktu singkat, mengidentifikasi akun yang dibuat secara massal, hingga mendeteksi jaringan akun yang bergerak secara terkoordinasi. Dengan pemanfaatan teknologi tersebut, proses penghapusan komentar maupun penonaktifan akun dapat dilakukan lebih cepat sebelum menjangkau lebih banyak pengguna.

Menurutnya, langkah yang dapat dilakukan platform antara lain memperkuat sistem deteksi otomatis terhadap pola tautan yang berulang, mempercepat proses takedown akun yang mempromosikan judi online, serta menyediakan mekanisme pelaporan yang lebih responsif. Pengguna juga perlu memperoleh notifikasi ketika laporan mereka telah ditindaklanjuti agar kepercayaan terhadap sistem moderasi semakin meningkat.

Di sisi lain, CISSReC menilai upaya memberantas spam judi online tidak sepenuhnya bergantung pada platform. Pemilik akun publik, mulai dari influencer, selebritas, media, hingga brand, juga memiliki peran penting dalam menjaga kolom komentar tetap bersih.

Hampir seluruh platform media sosial telah menyediakan fitur pemblokiran akun dan penyaringan kata kunci. Pemilik akun dapat memasukkan istilah seperti "judol", "slot", "maxwin", "gacor", maupun "scatter" ke dalam daftar filter sehingga komentar yang mengandung kata-kata tersebut otomatis disembunyikan.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore