
Ilustrasi judi online. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
JawaPos.com - Operasi penyebaran spam promosi judi online terus mengalami perubahan strategi. Jika sebelumnya lebih banyak menyasar akun media sosial milik instansi pemerintah, kini para pelaku beralih membidik influencer dan kreator konten daerah yang dinilai memiliki kedekatan lebih kuat dengan pengikutnya.
Temuan tersebut diungkap Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) setelah melakukan pemantauan terhadap pola penyebaran spam judi online di berbagai platform media sosial.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, mengatakan hasil analisis terbaru menunjukkan bahwa serangan spam kini tidak hanya berlangsung di satu platform, tetapi dilakukan secara bersamaan di sejumlah media sosial.
“Kami mendeteksi perluasan operasi spam judi online kini tidak lagi terbatas pada satu platform digital saja. Selain Instagram, aktivitas serupa juga teridentifikasi secara bersamaan di TikTok, Facebook, X dan Youtube,” ujar Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, Selasa (30/6).
Baca Juga:Polda Riau Bersinar di Hari Bhayangkara, Raih Penghargaan Nugraha Sakanti dari Presiden Prabowo
Komdigi sebelumnya telah menemukan pola penyebaran promosi judi online yang memanfaatkan akun tidak autentik dan bot untuk membanjiri kolom komentar. Para pelaku juga menggunakan berbagai variasi kata kunci dan tagar agar dapat menghindari sistem moderasi otomatis yang diterapkan platform digital.
Dalam perkembangan terbaru, sasaran penyebaran pun berubah. Influencer dan kreator konten daerah kini menjadi target utama karena dianggap memiliki pengaruh besar terhadap audiensnya.
“Sekitar 52 persen target spam judi online mengarah pada akun-akun influencer daerah karena audiensnya dinilai memiliki tingkat kepercayaan yang lebih tinggi, keterlibatan yang kuat dengan kreator, serta moderasi komentar yang relatif lebih rendah. Kondisi ini membuat komentar promosi judi online berpotensi bertahan lebih lama dan menjangkau lebih banyak pengguna,” jelas Dirjen Alexander.
Berdasarkan hasil pemantauan Komdigi, Instagram dan TikTok menjadi platform yang paling banyak diserang karena kedua layanan tersebut memiliki ekosistem kreator konten daerah yang sangat besar. Sementara itu, Threads belum menjadi sasaran utama lantaran jumlah penggunanya masih lebih sedikit dibanding platform lain.
Menurut Komdigi, perubahan target ini memperlihatkan bahwa jaringan pelaku terus menyesuaikan metode penyebarannya mengikuti kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi media sosial.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022