
Ilustrasi judi online. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kolom komentar di berbagai platform media sosial seperti Instagram, Facebook, X, hingga TikTok belakangan ini dipenuhi akun-akun yang mempromosikan judi online. Modus yang digunakan pun hampir seragam, mulai dari menggunakan foto profil perempuan, menyisipkan tautan menuju situs judi, hingga membanjiri unggahan yang sedang viral dengan komentar spam.
Fenomena tersebut dinilai bukan sekadar mengganggu kenyamanan pengguna media sosial. Di baliknya, terdapat pola penyebaran terorganisasi yang memanfaatkan celah sistem moderasi platform digital.
Chairman CISSReC, Pratama Persadha, menilai maraknya promosi judi online melalui kolom komentar justru menunjukkan bahwa upaya pemerintah dalam menekan ekosistem judi online mulai memberikan dampak. Ketika akses menuju situs perjudian semakin banyak diputus dan ruang promosi resmi semakin terbatas, pelaku beralih menggunakan media sosial sebagai saluran baru untuk menjaring korban.
Menurutnya, perubahan pola tersebut menandakan bahwa jaringan judi online terus beradaptasi agar tetap dapat beroperasi di tengah semakin ketatnya pengawasan.
Praktik tersebut dikenal sebagai comment spam farming, yakni penyebaran komentar secara otomatis menggunakan bot atau jaringan akun palsu yang dikendalikan secara terpusat. Ribuan komentar dapat disebarkan dalam waktu singkat ke berbagai unggahan dengan tujuan menjangkau sebanyak mungkin pengguna.
Sasarannya bukan hanya orang yang memang mencari informasi mengenai judi online, melainkan seluruh pengguna media sosial. Pelaku mengandalkan jumlah penyebaran yang besar dengan harapan sebagian pengguna akan mengklik tautan yang mereka sebarkan.
Modus yang digunakan pun semakin berkembang. Komentar biasanya berisi tautan menuju domain sementara, kode promosi, akun aplikasi percakapan, maupun petunjuk tertentu yang kemudian mengarahkan korban ke platform perjudian. Domain yang digunakan juga terus berganti untuk menghindari pemblokiran.
Tak hanya itu, sebagian akun sengaja dibuat menyerupai pengguna asli sehingga tidak mudah dikenali sebagai akun promosi ilegal. Cara tersebut menunjukkan bahwa jaringan judi online telah memanfaatkan teknik yang lazim digunakan dalam kejahatan siber modern, mulai dari otomatisasi, penyamaran identitas, hingga pergantian infrastruktur digital secara cepat.
Pratama mengatakan pemerintah sebenarnya telah memiliki regulasi untuk menekan penyebaran konten judi online. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga telah mendorong platform media sosial agar memperkuat sistem moderasi terhadap konten-konten tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022