
Ilustrasi: Serangan siber marak terjadi di Indonesia. (Cyvers Alerts)
JawaPos.com - Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman siber terus menjadi perhatian berbagai pihak seiring meningkatnya kompleksitas serangan digital.
Dalam laporan Ensign Cyber Threat Landscape 2025, disebutkan bahwa ekosistem kejahatan siber di Asia Pasifik semakin berkembang dengan keterlibatan kelompok ransomware, Initial Access Brokers, hingga kelompok hacktivist yang kian sering berkolaborasi. Kondisi ini dinilai membuat serangan menjadi lebih kompleks dan berdampak lebih luas terhadap organisasi.
Di Indonesia, tantangan serupa juga terus meningkat. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat sekitar 5,5 miliar serangan siber terjadi sepanjang 2025, dan jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah pada tahun ini.
Melihat hal ini, Adithya Nugraputra, Head of Consulting at PT Ensign InfoSecurity Indonesia, mengatakan, bahwa momen paling berbahaya dalam sebuah krisis siber jarang terjadi pada saat serangan itu sendiri. Momen tersebut adalah ketika para pemimpin harus mengambil keputusan berdampak besar tanpa pernah berlatih menghadapinya.
Baca Juga:Biaya Operasional Lebih Murah, Percepatan Transisi Kendaraan Listrik Didesak di Tengah Kenaikan BBM
“Pelatihan simulasi seringkali memberikan kesempatan kepada para pemimpin teknologi Indonesia untuk berlatih mengalami langsung tekanan sebuah insiden nyata dan mempertajam respons mereka sebelum serangan sesungguhnya terjadi," kata Adithya di Jakarta, Kamis (18/6).
Dalam konteks tersebut, PT Ensign InfoSecurity Indonesia bersama iCIO Community menggelar lokakarya simulasi krisis siber yang ditujukan bagi para pemimpin teknologi dan bisnis.
Melalui kegiatan bertajuk "From Threat to Action: Cyber Simulation Experience", para peserta diajak menghadapi berbagai skenario serangan siber yang dirancang menyerupai kondisi nyata.
Simulasi tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk menguji kemampuan mengambil keputusan di tengah tekanan, sekaligus memahami langkah-langkah yang diperlukan dalam menangani insiden keamanan siber.
Selama sesi berlangsung, peserta mengikuti berbagai tahapan penanganan krisis, mulai dari identifikasi indikasi awal serangan, upaya mitigasi, respons insiden, proses pemulihan, hingga pengelolaan komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Selain aspek teknis, simulasi juga menyoroti dampak terhadap operasional bisnis, kepatuhan regulasi, layanan pelanggan, serta koordinasi internal organisasi.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Hasil Piala Presiden: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya 1-1, Lanjut ke Extra Time!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Senpi hingga Narkoba di Sekolah Swasta di Jaksel Ternyata Milik Eks Ketua Yayasan
