Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Mei 2026 | 13.20 WIB

Komdigi Tegaskan AI Tak Boleh Hanya Dikuasai Kepentingan Bisnis, Utamakan Kepentingan Masyarakat 

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria. (Didik Setiawan/ Pewarta Foto Indonesia) - Image

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria. (Didik Setiawan/ Pewarta Foto Indonesia)

JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menekankan bahwa pengembangan teknologi kecerdasan artifisial atau AI harus tetap mengutamakan kepentingan masyarakat, menjaga demokrasi, serta mendukung terciptanya keadilan sosial di tengah dominasi platform teknologi global yang semakin besar.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria menyatakan pengembangan AI tidak bisa hanya diarahkan untuk kepentingan industri dan keuntungan bisnis semata. Menurutnya, teknologi tersebut harus dikelola agar tetap melindungi masyarakat, demokrasi, dan ruang publik digital.

“Tujuan kami jelas, yaitu membangun ekosistem AI yang mendorong inovasi sekaligus melindungi nilai-nilai sosial masyarakat dan prinsip demokrasi. Bagi kami, AI yang bertanggung jawab berarti memperkuat literasi AI agar masyarakat dan angkatan kerja siap menghadapi transformasi ini, dengan prinsip tidak seorang pun tertinggal,” ujar Wamen Nezar di Jakarta, dikutip Jumat (29/5).

Ia menjelaskan laju perkembangan AI yang sangat cepat kini memunculkan berbagai tantangan baru, mulai dari isu keamanan, etika, tata kelola teknologi, penyebaran disinformasi, hingga konsentrasi kekuatan pada segelintir pihak penguasa teknologi.

Menurutnya, kondisi tersebut tergambar dalam International AI Safety Report 2026 yang disusun oleh lebih dari 100 pakar AI dan mendapat dukungan lebih dari 30 negara, termasuk Indonesia.

“Di seluruh dunia, kecerdasan buatan berkembang dengan sangat cepat, membawa tidak hanya peluang besar, tetapi juga pertanyaan serius mengenai keamanan, etika, tata kelola, dan kepercayaan publik. Rilis Laporan Keamanan AI Internasional 2026 semakin memperjelas hal tersebut,” kata Wamen Nezar.

Ia menilai keamanan AI kini tidak lagi dapat dipandang sebagai isu pelengkap dalam pengembangan teknologi, melainkan harus menjadi fondasi utama dalam pembangunan sistem AI.

Indonesia, lanjutnya, memandang inovasi teknologi dan tanggung jawab sosial harus berjalan seimbang agar manfaat AI dapat dirasakan luas oleh masyarakat.

“Keamanan AI tidak lagi dapat dianggap sebagai isu sekunder. Keamanan AI harus menjadi bagian dari arsitektur inti pengembangan AI itu sendiri. Indonesia percaya bahwa inovasi dan tanggung jawab harus berjalan beriringan,” tegasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore