
CEO Anthropic Dario Amodei menghadiri pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam AI Impact Summit di New Delhi pada 19 Februari 2026. (CNBC)
JawaPos.com — Percepatan kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) global kembali menempatkan sektor cip sebagai arena strategis baru bagi perusahaan teknologi terbesar dunia. Di tengah meningkatnya kebutuhan daya komputasi untuk model generatif yang semakin kompleks, Microsoft dan Anthropic kini berada dalam pembicaraan awal terkait pemanfaatan cip AI kustom yang dikembangkan Microsoft.
Melansir CNBC, Jumat (22/5/2026), Microsoft dikabarkan tengah dalam pembicaraan untuk memasok cip kecerdasan buatan kustom kepada Anthropic. Namun, kesepakatan tersebut belum ditandatangani. Dalam laporan tersebut disebutkan, “Anthropic tengah dalam pembicaraan dengan Microsoft untuk mengadopsi cip kecerdasan buatan Maia milik perusahaan tersebut, namun hingga saat ini kedua pihak belum menandatangani kesepakatan apa pun, menurut seseorang yang mengetahui persoalan tersebut.”
Microsoft sebelumnya telah memperkenalkan cip AI generasi kedua bernama Maia, namun hingga kini belum tersedia secara luas untuk pelanggan Azure. Kondisi ini menunjukkan upaya Microsoft memperkuat posisi di pasar cip AI khusus, yang selama ini masih didominasi oleh Amazon dan Google.
Sementara itu, Anthropic belum mengonfirmasi kesepakatan final terkait penggunaan cip Maia tersebut. Di sisi lain, sumber yang mengetahui proses pembicaraan menyebutkan bahwa negosiasi masih berlangsung, sebagaimana juga dilaporkan oleh The Information pada hari yang sama.
Sejalan dengan itu, tekanan kebutuhan komputasi di tubuh Anthropic terus meningkat seiring pertumbuhan penggunaan asisten AI Claude dan alat pemrograman Claude Code. Kepala eksekutif Anthropic, Dario Amodei, sebelumnya menyebut perusahaan menghadapi “kesulitan dalam hal komputasi”, yang menandakan bahwa keterbatasan kapasitas komputasi telah menjadi tantangan operasional yang serius.
Lebih lanjut, pada November, Microsoft mengumumkan investasi sebesar 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 88,3 triliun (kurs Rp 17.660 per dolar AS) ke Anthropic. Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Anthropic juga berkomitmen membelanjakan 30 miliar dolar AS atau sekitar Rp 529,8 triliun untuk layanan cloud Azure milik Microsoft.
Namun, strategi komputasi Anthropic tidak hanya bergantung pada satu penyedia. Perusahaan juga menggunakan layanan cloud dari Amazon dan Google, serta secara historis sangat bergantung pada unit pemrosesan grafis dari Nvidia untuk pelatihan model AI.
Selain itu, pada April, Anthropic juga menyepakati penggunaan cip Trainium milik Amazon Web Services dalam kontrak jangka panjang senilai lebih dari 100 miliar dolar AS. Perusahaan juga sebelumnya mengumumkan rencana penggunaan cip Tensor Processing Unit milik Google, yang memperlihatkan strategi multi-pemasok dalam memenuhi kebutuhan komputasi.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
