
Elon Musk, CEO Tesla, di Beijing pada 14 Mei. (WSJ)
JawaPos.com — Tesla Inc. kembali menggeser batas persaingan mobil otonom global. Perusahaan ini mulai meluncurkan teknologi Full Self-Driving (FSD) Supervised di Tiongkok, sebuah langkah yang memperdalam perebutan dominasi kendaraan berbasis kecerdasan buatan di pasar otomotif terbesar dunia.
Peluncuran ini merupakan hasil dari proses panjang negosiasi dan persetujuan regulasi di Tiongkok, salah satu pasar otomotif paling kompetitif di dunia. Sistem FSD Supervised mengandalkan kecerdasan buatan yang dilatih menggunakan jutaan data video dari pengalaman berkendara nyata, bukan sekadar pemrograman aturan statis.
Dilansir dari The Wall Street Journal, Sabtu (23/5/2026), Tesla menyebut sistem FSD Supervised kini telah tersedia di Tiongkok, menyusul peluncuran di sejumlah pasar lain. Perusahaan menempatkan ekspansi ini sebagai bagian dari penyebaran bertahap teknologi mengemudi otomatis berbasis kecerdasan buatan di berbagai wilayah.
Dalam unggahan di platform X, Tesla juga mengonfirmasi ketersediaan sistem tersebut di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Australia, Selandia Baru, dan Korea Selatan. Daftar ini menunjukkan perluasan cakupan operasional teknologi otonom yang semakin lintas pasar.
Di Tiongkok, peluncuran ini juga tidak terlepas dari dinamika geopolitik dan bisnis yang melibatkan CEO Tesla Elon Musk, yang sebelumnya melakukan kunjungan ke Beijing dalam rangkaian agenda bisnis besar bersama delegasi yang hadir dalam pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
Persetujuan tersebut memperkuat posisi Tesla di pasar kendaraan listrik Tiongkok, sekaligus menempatkan perusahaan pada kompetisi langsung dengan pemain lokal yang juga mengembangkan teknologi serupa. Di antara mereka, XPeng menjadi salah satu yang paling sering dibandingkan dalam kemampuan sistem mengemudi otonom.
Analis CCB International, Qu Ke, menilai kehadiran teknologi ini akan menjadi dorongan penting bagi industri otomotif domestik. Dalam pandangannya, “Langkah ini merupakan katalis positif bagi industri otomotif Tiongkok karena akan mempercepat pengembangan teknologi mengemudi otonom di Tiongkok.” Menurutnya, kondisi tersebut menjadi semakin relevan di tengah pelemahan pasar. “Industri otomotif Tiongkok telah menghadapi pelemahan permintaan dalam beberapa bulan terakhir.”
Data dari China Passenger Car Association menunjukkan tekanan yang belum mereda di pasar otomotif Tiongkok. Penjualan ritel mobil penumpang pada April turun 21,5 persen menjadi 1,38 juta unit dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menegaskan bahwa pelemahan permintaan terjadi bersamaan dengan percepatan transisi menuju teknologi kendaraan berbasis kecerdasan buatan, bukan di fase yang terpisah.
Hingga laporan ini disusun, Tesla maupun Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Tiongkok belum menyampaikan tanggapan resmi. Kekosongan respons ini memperlihatkan pola umum dalam peluncuran teknologi sensitif di sektor otomotif Tiongkok, di mana inovasi sering bergerak lebih cepat dibanding kerangka komunikasi regulator.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Daftar Pemain Cedera Prancis vs Spanyol di Piala Dunia 2026: Les Bleus Terancam Krisis Lini Tengah!
MA Kekurangan 1.600 Hakim, Lulusan Fakultas Hukum Ditawari Gaji Rp 50 Juta Per Bulan
Prediksi Skor Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: Lionel Messi Cs Dijagokan Singkirkan Three Lions dan Lolos ke Final
