Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Mei 2026 | 18.36 WIB

Setelah Dicuri, Ke Mana Data Bocor Beredar? Dan ini Dampak Besarnya bagi Korban

Praktisi Digital Forensik PT Digital Forensic Indonesia (DFI), Ruby Alamsyah. (Istimewa) - Image

Praktisi Digital Forensik PT Digital Forensic Indonesia (DFI), Ruby Alamsyah. (Istimewa)

JawaPos.com - Data pribadi yang bocor di internet tidak berhenti di tangan peretas. Setelah dicuri, data biasanya masuk ke rantai perdagangan ilegal digital dan terus diperjualbelikan di forum-forum dark web.

Peredaran data curian ini menjadi salah satu ancaman terbesar di era digital karena dampaknya dapat dirasakan korban dalam jangka panjang, mulai dari spam, penipuan, hingga pencurian identitas.

Praktisi Digital Forensik PT Digital Forensic Indonesia (DFI), Ruby Alamsyah, menjelaskan data hasil kebocoran umumnya dijual di forum data leak dengan pola yang terus berulang.

“Awalnya data dijual mahal ketika masih fresh. Tetapi lama-lama dibeli banyak pihak, dijual ulang terus, sampai akhirnya tersedia gratis,” ujar Ruby kepada JawaPos.com.

Ia mencontohkan kebocoran 90 juta data pelanggan Tokopedia pada 2020 yang saat itu dijual sekitar USD 7.000–8.000. “Artinya satu pelanggan Tokopedia itu bahkan tidak sampai satu rupiah nilainya,” katanya.

Siapa yang Membeli Data Bocor?

Menurut Ruby, data hasil kebocoran biasanya dibeli oleh tiga kelompok utama. Pertama, peneliti keamanan siber untuk kebutuhan investigasi dan riset keamanan.

“Kami beli untuk memastikan benar tidaknya kebocoran dan mempelajari pola serangannya,” jelas Ruby.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore