
Peluncuran platform gamifikasi untuk percepatan transformasi keuangan digital di sektor UMKM. Jakarta, (18/5). (RianAlfianto/JawaPos.com).
JawaPos.com - Transformasi digital di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Di tengah pesatnya pertumbuhan pembayaran non-tunai dan layanan keuangan digital, banyak pelaku usaha kecil belum sepenuhnya memahami pengelolaan keuangan bisnis maupun pemanfaatan teknologi pembayaran digital.
Persoalan mendasar seperti pencampuran uang pribadi dan usaha, kesulitan menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP), hingga rendahnya pemanfaatan QRIS masih menjadi hambatan yang kerap ditemukan di lapangan.
Padahal, UMKM selama ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Situasi tersebut mendorong munculnya pendekatan baru dalam edukasi digital UMKM. Salah satunya melalui metode gamifikasi atau pembelajaran berbasis permainan interaktif yang mulai digunakan untuk meningkatkan keterlibatan pelaku usaha dalam memahami literasi keuangan dan teknologi digital.
Pendekatan itu kini diadopsi PT Netzme Kreasi Indonesia (Netzme) bersama Ruangguru melalui peluncuran program 'Gang Dagang', platform gamifikasi literasi keuangan dan digital untuk UMKM yang diperkenalkan di Balai Kota DKI Jakarta dengan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Bank Indonesia Kantor Perwakilan DKI Jakarta.
Gang Dagang dirancang menggunakan simulasi bisnis dan tantangan transaksi digital agar peserta dapat belajar melalui pengalaman langsung. Program ini juga memanfaatkan sistem leaderboard dan kompetisi berkala untuk meningkatkan partisipasi pengguna.
CEO PT Netzme Kreasi Indonesia, Vicky G. Saputra, mengatakan penyediaan infrastruktur pembayaran digital saja tidak cukup untuk mempercepat transformasi UMKM.
“Sebagai PJP berlisensi Bank Indonesia Kategori 1, kami percaya bahwa infrastruktur pembayaran digital saja tidak cukup. UMKM Indonesia membutuhkan literasi yang menyertainya. Gang Dagang adalah bentuk komitmen kami untuk membangun ekosistem yang tidak hanya menyediakan akses, tetapi juga meningkatkan kapabilitas pelaku usaha agar tidak sekadar bertransaksi digital, tetapi juga mampu bertumbuh dari transaksi tersebut,” ujar Vicky, Senin (18/5).
Konsep gamifikasi sendiri semakin banyak diterapkan dalam sektor pendidikan dan pelatihan digital karena dianggap mampu meningkatkan engagement pengguna.
Dalam konteks UMKM, pendekatan ini dinilai relevan karena sebagian besar pelaku usaha memiliki keterbatasan waktu mengikuti pelatihan formal yang panjang.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
