
Ilustrasi fintech. (Pinterest)
JawaPos.com - Perempuan kini memainkan peran yang semakin strategis dalam perkembangan industri teknologi finansial atau financial technology (fintech) di Indonesia. Tidak hanya sebagai pengguna layanan digital, perempuan juga mulai mendominasi posisi pengambil keputusan yang mendorong lahirnya inovasi keuangan berbasis inklusivitas, empati, dan keberlanjutan.
Di tengah percepatan transformasi digital sektor keuangan, keterlibatan perempuan dinilai penting untuk menciptakan layanan finansial yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Kehadiran pemimpin perempuan di industri fintech juga diyakini mampu membangun budaya kerja yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pemberdayaan ekonomi, khususnya bagi kelompok masyarakat yang selama ini belum terjangkau layanan keuangan formal.
Peran tersebut semakin relevan karena teknologi finansial kini tidak hanya berfungsi sebagai alat transaksi, tetapi juga menjadi sarana memperluas akses pembiayaan, meningkatkan literasi keuangan digital, hingga mendukung kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan perspektif yang lebih humanis, perempuan dinilai memiliki kontribusi besar dalam memastikan inovasi fintech tetap berpihak pada kebutuhan pengguna.
Komitmen terhadap pemberdayaan perempuan di industri fintech itu salah satunya ditunjukkan Indodana Finance. Perusahaan layanan Buy Now Pay Later (BNPL) yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut terus memperkuat peran perempuan dalam kepemimpinan perusahaan sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem keuangan digital yang lebih inklusif.
Direktur Utama Mira Wibowo mengatakan, kepemimpinan perempuan di sektor fintech tidak hanya berkaitan dengan posisi strategis, tetapi juga kemampuan menghadirkan solusi keuangan yang lebih relevan bagi masyarakat.
”Esensi dari kepemimpinan adalah tentang bagaimana kita bisa mendengarkan lebih baik dan menumbuhkan empati dalam setiap solusi finansial ditawarkan,” ujar Mira.
Sementara itu, Direktur Mirna Florita menilai budaya kerja yang inklusif menjadi fondasi penting dalam mendorong pemberdayaan perempuan dan inovasi di sektor teknologi finansial.
”Kami percaya bahwa pemberdayaan perempuan dimulai dari lingkungan kerja yang sehat dan memungkinkan setiap orang untuk berkontribusi secara maksimal. Dengan pondasi budaya kerja yang inklusif, kami dapat melangkah lebih jauh dalam memberikan akses keuangan dan mendukung kemandirian ekonomi bagi masyarakat luas,” kata Mirna.
Pada ajang Women Art & Society 2026: The Creative Power of Indonesian Women di Solo, Jawa Tengah, dua nama tersebut menerima penghargaan The Most Outstanding Women 2026. Penghargaan itu juga menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam mendorong transformasi industri keuangan nasional melalui kepemimpinan yang inklusif dan inovatif.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Analisis Prediksi Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kans Besar Three Lions Lolos ke Semifinal!
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: Tembok Tebal La Roja Bakal Sulitkan Setan Merah!
Rekor 12 Pertemuan Norwegia vs Inggris: Three Lions Superior, Mampukah Erling Haaland Cs Mematahkan Dominasi?
Sepak Bola Indonesia Berduka, Tokoh Suporter Persebaya Surabaya Andie Peci Meninggal Dunia
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
