
Ilustrasi Aplikasi Threads.
Uji coba beta tersebut saat ini berlangsung di Malaysia, Arab Saudi, Meksiko, Argentina, dan Singapura.
Seperti dilansir dari TechCrunch, Meta mengatakan bahwa fitur tersebut dibuat agar pengguna dapat memperoleh konteks secara real-time mengenai tren dan berita terbaru, sekaligus menerima rekomendasi langsung di dalam percakapan.
Kini pengguna dapat memanggil Meta AI dengan pertanyaan seperti, “Mengapa orang-orang membicarakan Piala Dunia bulan ini?”, “Penampilan Met Gala siapa yang sedang tren saat ini?”, atau “Bagaimana performa Knicks di babak playoff?”.
Setelah menerima pertanyaan, Meta AI akan memberikan jawaban dalam bentuk balasan publik melalui akun @meta.ai. Respons yang diberikan juga akan menyesuaikan bahasa yang digunakan dalam postingan tempat AI tersebut disebut.
Melalui integrasi ini, Threads ingin memperluas fungsinya bukan sekadar platform diskusi tren dan berita, tetapi juga menjadi tempat pengguna mencari informasi maupun rekomendasi tanpa perlu keluar dari aplikasi.
Konsep tersebut dinilai mirip dengan penggunaan Grok di X, di mana banyak pengguna meminta chatbot AI menjelaskan sebuah isu atau memverifikasi informasi lewat pertanyaan seperti “Apakah ini nyata?” atau “Jelaskan ini.”
Namun, kehadiran AI dengan visibilitas tinggi juga membawa risiko. Di X, misalnya, Grok sempat menuai kontroversi karena menghasilkan unggahan yang memuji Hitler.
Meta mengklaim Meta AI dibekali sistem pengamanan yang lebih ketat dibandingkan Grok, meski efektivitasnya masih akan diuji seiring penggunaan yang lebih luas.
Meta juga menjelaskan bahwa pengguna yang merasa terganggu dengan balasan Meta AI dapat mengurangi kemunculannya di feed dengan membisukan akun @meta.ai, memilih opsi “Tidak tertarik” pada postingan tertentu, atau menyembunyikan balasan AI yang muncul langsung di unggahan mereka.
Perusahaan menambahkan bahwa mereka akan memanfaatkan masukan dari tahap awal pengujian untuk terus menyempurnakan pengalaman pengguna sebelum fitur tersebut dirilis lebih luas.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
