Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Mei 2026 | 20.49 WIB

Pelajar di Indonesia mulai Ketergantungan AI: Pakar Pendidikan Sebut Punya Dua Sisi yang Harus Disikapi Hati-hati

Ilustrasi seorang mahasiswa mengerjakan tugas kuliah dengan bantuan AI. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang mahasiswa mengerjakan tugas kuliah dengan bantuan AI. (Freepik)

JawaPos.com-Pelajar dari tingkat sekolah hingga mahasiswa jadi semakin bergantung pada aplikasi AI seperti Chat GPT, Gemini dan sejenisnya. Kehadiran teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) diyakini membuat kualitas pendidikan di Indonesia jadi semakin jeblok.

Indra Charismiadji selaku pengamat dan praktisi pendidikan menilai, di sektor pendidikan, AI punya dua sisi yang harus dilihat dari masing-masing sudut pandang dan disikapi dengan hati-hati.

AI Bisa jadi baik jika dilihat dari perkembangan zaman dan akan sebaliknya jika standar dan kualitas pendidikan kita masih buruk.

Indra menilai, AI sebagai teknologi baru tidak bisa dibendung eksistensi dan kehadirannya. Dalam hal ini, guru dan tenaga pendidiklah yang harus pintar-pintar untuk mengurangi dampak negatifnya.

"Dalam konteks AI (di sektor pendidikan), kita harus gunakan sebagai cara untuk belajar, mencari informasi, bagaimana caranya belajar. Kalau esensinya untuk pendidikan, esensinya adalah learning how to learn," kata Indra kepada JawaPos.com.

Yang dimaksud Indra bisa membantu di sektor pendidikan adalah membantu meringkas materi-materi buku, bacaan dan rujukan ilmiah untuk menghemat waktu. Tidak seperti zaman dulu yang harus membaca satu buku secara utuh untuk menemukan informasi yang dicari.

Sementara jika AI digunakan untuk sebaliknya, dipakai untuk mengerjakan tugas sekolah atau tugas kuliah sehingga pelajar cenderung cari cara yang instan tanpa proses belajar yang benar, Indra menilai bahwa kesalahan tersebut ada pada guru atau dosennya.

"Kalau sekarang, ada guru, ada dosen, ngasih pertanyaan, yang bisa dijawab oleh AI, itu artinya kelemahan ada di mereka. Mereka nggak bisa bikin pertanyaan yang nggak bisa dijawab oleh AI," kata Indra.

Dia menyebut penting bagi guru atau dosen untuk bisa memberikan pernyataan yang sulit dijawab oleh AI. Anak dituntut untuk bisa berinovasi, mencari solusi dan penyelesaian masalah, kuncinya ada pada kreativitas dari para tenaga pendidik kita.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore