
Visa Indonesia Client Forum 2026 di Bali, beberapa waktu lalu. (istimewa)
JawaPos.com - Visa menyoroti transformasi besar industri pembayaran digital yang kini semakin dipengaruhi perkembangan kecerdasan buatan atau AI dalam gelaran Visa Indonesia Client Forum 2026 di Bali.
Forum tahunan tersebut mempertemukan para pemimpin industri perbankan dan pembayaran nasional untuk membahas perubahan cepat ekosistem perdagangan digital yang mulai bergerak menuju sistem berbasis AI. Dalam diskusi itu, isu kepercayaan, keamanan, dan kolaborasi menjadi sorotan utama agar inovasi AI di sektor pembayaran dapat berkembang secara aman dan bertanggung jawab.
Perusahaan menilai AI kini tidak lagi sekadar membantu proses analisis dan pengambilan keputusan, melainkan sudah mampu menjalankan keputusan secara otomatis. Secara global, teknologi agentic AI bahkan mulai digunakan untuk melakukan pemesanan inventaris perusahaan hingga mengatur perjalanan kompleks tanpa campur tangan manusia.
Perkembangan tersebut membuat sistem pembayaran semakin terintegrasi langsung pada momen ketika konsumen memiliki niat bertransaksi. Kondisi ini sekaligus mengubah pengalaman pelanggan dan memperluas peran bank maupun institusi keuangan menjadi mitra terpercaya dalam perdagangan digital yang semakin otomatis.
“Bagi kami, kemajuan yang berkelanjutan berarti memastikan transaksi yang aman dan lancar serta dapat diakses oleh lebih banyak masyarakat dan pelaku usaha. Sehingga, fondasi sistem keuangan yang kuat tersebut akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberikan manfaat nyata bagi Indonesia,” ujar Vira Widiyasari Country Manager Visa Indonesia dalam keterangannya, Senin (11/5).
Dibahas pula perubahan strategi industri jasa keuangan yang kini lebih mengutamakan model kolaborasi ekosistem dibanding pengembangan produk secara terpisah. Dalam pendekatan baru ini, nilai tambah dibangun melalui integrasi jaringan, data, dan mitra dalam sistem terbuka yang saling terkoneksi.
Futuris, Ross Dawson, menilai daya saing industri keuangan Indonesia kedepan akan sangat ditentukan oleh kemampuan membangun hubungan berbasis kepercayaan, pembagian peran yang jelas, serta keseimbangan antara keahlian manusia dan teknologi AI.
Di era pembayaran cerdas, AI dinilai menjadi elemen penting dalam menciptakan personalisasi layanan secara real-time agar tetap relevan dengan kebutuhan pelanggan. Teknologi agentic AI juga disebut mampu meningkatkan produktivitas melalui otomatisasi proses bisnis yang selama ini dinilai kompleks, termasuk pada sektor layanan, manajemen risiko, hingga pembayaran komersial.
Meski demikian, para pembicara mengingatkan bahwa pemanfaatan AI juga membuat ancaman penipuan digital semakin canggih dan terorganisasi. Karena itu, sistem keamanan pembayaran perlu bekerja dengan “kecepatan mesin” di seluruh rantai transaksi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Mengulik Penyebab Rans Carnival Diboikot, Deklarasi Mahasewa hingga Share Revenue UMKM 20 Persen
Profil AKBP Netty Rosdiana, Istri Jenderal Polisi yang Pernah Sindir Seskab Teddy 'Lupa Daratan'
Prediksi Skor Garudayaksa vs PSS Sleman: Sama-Sama Terluka, Duel Pakansari Rawan Berakhir Imbang
5 Pekerjaan Terbaik untuk Introvert, Pilihan Karir yang Sesuai dengan Kelebihan Diri
Fitrah Maulana Syukuri Debut dan Cleansheet di ACL Two Bersama Persib Bandung
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs PSS Sleman: Kejutan atau Deja vu Final Championship Musim Lalu
Prediksi Skor Dewa United vs Persija di Super League: Macan Kemayoran Amankan Poin Penting di Banten
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
Jack Miller Ungkap Alasan Marah di Sprint Race MotoGP Malaysia, Minta Maaf ke Pramac Yamaha

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022