Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Mei 2026 | 12.00 WIB

Reposisi Strategis Tiongkok: 38 Jurusan Baru AI hingga Energi untuk Menjawab Kompetisi Global Talenta Teknologi

Job fair kampus di Zhengzhou University mencerminkan kebutuhan talenta industri (Global Times) - Image

Job fair kampus di Zhengzhou University mencerminkan kebutuhan talenta industri (Global Times)

JawaPos.com - Tiongkok mempercepat reposisi strategis sektor pendidikan tinggi dengan menambahkan puluhan program studi baru yang berfokus pada kecerdasan buatan (AI), energi, serta disiplin lintas bidang. 

Kebijakan ini diarahkan untuk menyelaraskan pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri sekaligus memperkuat kesiapan talenta teknologi di tengah persaingan global.

Dalam implementasinya, Kementerian Pendidikan Tiongkok merilis katalog jurusan sarjana 2026 yang memasukkan 38 program baru dan akan mulai diterapkan dalam ujian masuk perguruan tinggi nasional (gaokao). 

Selain itu, 11 jurusan lama seperti robotika masa depan kini digabung dengan empat bidang baru, termasuk kecerdasan berwujud (embodied intelligence), yakni integrasi AI dengan sistem fisik seperti robot, serta ilmu otak-komputer, ke dalam kategori studi interdisipliner.

Dilansir dari Global Times, Kamis (30/4/2026), pembaruan ini menegaskan orientasi baru sistem pendidikan tinggi Tiongkok. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa kebijakan ini "bertujuan untuk lebih merespons munculnya bidang interdisipliner baru dan meningkatnya kebutuhan akan talenta serba bisa yang terlatih di lintas bidang," sekaligus "menyelaraskan pendidikan tinggi dengan inovasi teknologi, perkembangan industri, dan prioritas strategis nasional."

Secara struktural, katalog terbaru kini mencakup 13 kategori disiplin, 92 subkategori, dan total 883 jurusan. Penambahan ini bukan sekadar ekspansi, melainkan penyesuaian besar terhadap perubahan lanskap ekonomi global yang semakin didominasi teknologi maju dan integrasi lintas sektor.

Peneliti dari National Institute of Education Sciences, Chu Zhaohui, menegaskan bahwa langkah ini bersifat visioner. Dia mengatakan kepada Global Times, "Pengenalan jurusan baru ini mencerminkan upaya yang berpandangan jauh ke depan untuk melayani strategi nasional dan mendukung pembangunan berkualitas tinggi, serta menyelaraskan pendidikan tinggi dengan tren ekonomi dan teknologi yang terus berkembang."

Lebih lanjut, Kementerian Pendidikan Tiongkok menekankan bahwa optimalisasi program studi dilakukan untuk menjawab kebutuhan industri modern. Jurusan seperti teknik energi, rekayasa bawah tanah (deep underground engineering), hingga robotika pertanian diperkenalkan guna mendorong transformasi industri tradisional, sementara bidang seperti biomanufaktur dan teknologi otak-komputer diarahkan untuk mempercepat inovasi sektor masa depan.

Di sisi lain, mekanisme percepatan pembukaan jurusan strategis juga diperkuat. Sembilan universitas, termasuk Harbin Institute of Technology dan Beihang University, kini mengembangkan program kecerdasan berwujud guna mengintegrasikan AI generasi berikutnya dengan ekonomi riil.

Namun, langkah ini juga mencerminkan pengakuan atas ketertinggalan struktural. Chu menyatakan, "Selama beberapa waktu, sistem akademik secara keseluruhan tertinggal dibandingkan perkembangan industri dan kemajuan teknologi Tiongkok. Penambahan jurusan baru ini merupakan langkah penting untuk mengoptimalkan dan memperbarui sistem pendidikan tinggi."

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore