Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 April 2026 | 19.58 WIB

Ribut-ribut Sistem Rating Game, Ketahui Perbedaan IGRS vs ESRB vs PEGI

Ilustrasi bermain game online di PC. (pixabay). - Image

Ilustrasi bermain game online di PC. (pixabay).

Bahkan setelah game dirilis, ESRB masih bisa melakukan pengecekan ulang untuk memastikan tidak ada informasi yang disembunyikan.

Pendekatan ini membuat sistem ESRB terasa lebih transparan dan bisa dipercaya, karena pemain tidak hanya melihat angka, tetapi juga memahami konteksnya.

Sementara di Eropa, pendekatan serupa juga diterapkan melalui PEGI. Sistem yang digunakan di lebih dari 40 negara ini juga membagi game berdasarkan usia, mulai dari 3 hingga 18 tahun.

Namun yang membuat PEGI menonjol adalah penggunaan ikon-ikon deskripsi konten.

Lewat ikon tersebut, pemain bisa langsung tahu apakah sebuah game mengandung kekerasan, bahasa kasar, perjudian, atau bahkan diskriminasi. Informasi ini disajikan secara visual, sehingga mudah dipahami bahkan oleh orang tua yang tidak terlalu familiar dengan dunia game.

Menariknya, PEGI juga terus beradaptasi dengan perkembangan industri. Mulai 2026, mereka memperbarui sistem dengan memasukkan faktor-faktor baru seperti loot box, pembelian dalam game, hingga risiko interaksi online tanpa moderasi, artinya, yang dinilai bukan hanya isi game, tetapi juga bagaimana game itu dimainkan.

Menanggapi banyaknya kontra atas implementasi IGRS yang masih kacau tersebut, pemerintah dalam hal ini Komdigi melalui laman resmi IGRS mengeluarkan klarifikasi pada Minggu siang (5/4). Komdigi menyebut bahwa klasifikasi IGRS yang berlaku belum bersifat final, karena mereka sendiri masih belum melakukan verifikasi terhadap klasifikasi tersebut.

"Komdigi akan meminta klarifikasi resmi dari Steam dan melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai dasar hukum implementasi rating, mekanisme pemantauan, prosedur penyesuaian, dan cara tata pelaporan IGRS untuk layanan tersebut," jelas Komdigi.

Sementara itu, Valve melalui layanan panduan Steamworks sebenarnya telah memiliki klarifikasi mengenai implementasi awal IGRS pada Maret lalu, dan menyebut bahwa implementasi tahap awal akan dilakukan secara otomatis sesuai data yang saat ini dimiliki.

Namun pengembang dan distributor video game nantinya tetap akan diminta mengisi klasifikasi mandiri IGRS.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore