CEO AMD Lisa Su. (HWA CHENG/AFP via Getty Images)
JawaPos.com - Tren komputer ringkas sedang naik daun. Pengguna ingin perangkat kecil tapi tetap bertenaga. Di CES 2026, AMD menjawab kebutuhan itu.
AMD memperluas portofolio Ryzen AI Max+ Series. Ada dua model baru bernama Ryzen AI Max+ 392 dan 388. Keduanya menyasar laptop ultra-thin premium. Juga workstation mini PC.
Konsep unified memory jadi pembeda utama. Arsitektur memori terpadu ini mirip pendekatan Apple Silicon. GPU dan NPU berbagi RAM sama.
Bagi pembaca awam, ini terdengar sederhana. Namun di dunia hardware, ini revolusioner. Biasanya laptop tipis identik performa pas-pasan. AMD ingin menghapus stigma itu.
Ryzen AI Max+ 392 membawa 12 core Zen 5. Mendukung 24 thread untuk pemrosesan paralel. Paralel berarti banyak tugas bisa jalan bersamaan. Sangat penting untuk AI dan kreasi konten.
Sementara Ryzen AI Max+ 388 hadir dengan 8 core. Thread-nya ada 16 jalur pemrosesan. Cocok untuk form factor lebih hemat daya.
AMD memasangkan prosesor ini dengan Radeon 8060S Graphics. GPU terintegrasi kelas desktop di dalam laptop tipis. Selama ini, kemampuan seperti itu langka.
FSR, rendering media, dan image generation bisa dipercepat. Tanpa perlu kartu grafis terpisah. Ini membuat desain laptop jadi lebih ringan. Lebih portabel.
Selain laptop, AMD juga menyiapkan platform bernama Ryzen AI Halo. Sebuah mini-PC khusus pengembang AI. Tetapi perangkat ini juga relevan untuk pengguna rumahan.
AMD menyebut Halo sebagai hardware developer pertama mereka. Memori sampai 128GB di ukuran sangat kecil. Ukuran kecil itu jadi daya tarik.
Bagi PC builder, 128GB RAM biasanya identik casing besar. Kini cukup sebuah kotak mini. Bisa ditaruh di meja kerja.
Dalam rilis resmi AMD di CES 2026 yang diterima JawaPos.com, ada penegasan menarik. “AMD memungkinkan performa AI dan grafis kelas tinggi tanpa kompromi pada desain perangkat premium yang ultra tipis. Prosesor Ryzen AI Max+ memberikan daya komputasi serbaguna tanpa mengorbankan portabilitas,” tulisnya.
Kutipan itu menggambarkan strategi AMD. Mereka tak hanya mengejar desktop. Mereka ingin semua perangkat jadi pintar.
Laptop dengan Ryzen AI Max+ juga cocok untuk gamer. Judul game modern bisa jalan di pengaturan tinggi. Tanpa bodi tebal ala laptop gaming lama.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022