
CEO AMD Lisa Su saat mengumumkan AMD Ryzen AI 400 Series di CES 2026. (AMD)
JawaPos.com - Istilah AI PC makin sering terdengar sepanjang 2025. Di CES 2026, AMD membawa lompatan besar. Mereka memperkenalkan Ryzen AI 400 Series. Prosesor ini dirancang khusus untuk Copilot+ PC.
Bintang utamanya adalah NPU. AMD menanamkan Neural Processing Unit hingga 60 TOPS. TOPS adalah singkatan Trillion Operations Per Second. Ini ukuran performa AI. Mirip cara kita mengukur kecepatan GPU dengan TFLOPS.
Ryzen AI 400 Series dibangun memakai arsitektur Zen 5. Core CPU-nya tetap kencang seperti prosesor AMD modern. Tapi fokus kali ini berbeda. AMD ingin pengalaman AI berjalan lokal. Tanpa selalu bergantung internet.
NPU pada prosesor ini memakai arsitektur AMD XDNA 2. Generasi kedua teknologi AI milik AMD. Dengan 60 TOPS, AMD melampaui syarat minimum Copilot+ PC. Artinya fitur AI Windows siap jalan penuh.
Selain NPU, AMD juga menyertakan grafis terintegrasi Radeon 800M Series. GPU iGPU ini tetap penting untuk tampilan dan gaming ringan. Kombinasi CPU, GPU, dan NPU membuatnya terasa seimbang. Inilah pendekatan full-stack khas AMD.
Dalam tabel SKU yang diumumkan AMD, ada beberapa model menarik. Varian tertinggi bernama Ryzen AI 9 HX 475. Punya 12 cores. Mendukung 24 threads. Thread adalah jalur pemrosesan paralel. Sangat berguna saat aplikasi AI aktif.
Soal memori, prosesor ini mendukung DDR5 berkecepatan tinggi. Kecepatan RAM sangat berpengaruh pada beban kerja AI lokal. Semakin cepat transfer data, semakin responsif pengalaman Copilot. AMD jelas memahami itu.
Copilot+ PC sendiri adalah kategori baru Microsoft. PC dengan kemampuan AI tingkat lanjut. Fungsinya macam-macam. Mulai asisten kerja, pengolah gambar, hingga transkripsi suara. Semua butuh NPU kuat.
AMD menegaskan bahwa AI akan mendefinisikan ulang pengalaman PC. Hal itu terlihat dari pengumuman mereka di CES 2026. Kini NPU tak lagi fitur tambahan. NPU menjadi komponen inti.
Bagi pengguna komersial, AMD juga merilis Ryzen AI PRO 400 Series. Versi PRO biasanya menyasar laptop bisnis. Dilengkapi fitur AMD PRO Technologies. Ada keamanan berlapis. Ada juga kemampuan pengelolaan enterprises. Enterprise berarti lingkungan kerja profesional skala besar.
Namun secara hardware, versi PRO dan non-PRO punya kemampuan AI sama. AMD sengaja menyamakan pengalaman pengguna. Jadi tim IT di kantor tak perlu bingung memilih. Konsistensi platform jadi nilai jual.
Pengumuman ini juga berdampak pada kreator konten. Banyak aplikasi editing mulai memakai AI tools. Dengan 60 TOPS NPU, proses seperti image generation dan AI filtering bisa lebih cepat. Cocok untuk pengguna Photoshop, Premiere, atau ComfyUI.
Dalam rilis resminya, AMD memberi penjelasan cukup tegas. Berikut kutipan dari press room CES 2026. “Ryzen AI 400 Series menghadirkan pengalaman AI generasi berikutnya dengan performa terdepan di industri. Dengan NPU hingga 60 TOPS, AMD memungkinkan komputasi AI yang mulus di seluruh PC konsumen dan komersial,” tulis AMD dalam rilis yang diterima JawaPos.com.
Kutipan itu menggambarkan arah strategi AMD. Mereka tak cuma mengejar GHz. Mereka kini mengejar kecerdasan buatan. CES 2026 jadi titik penegasan.
Bagi gamers, prosesor ini memang bukan seri X3D. Tetapi AI lokal bisa membantu banyak hal. Misalnya fitur noise cancelling. Atau optimasi performa sistem. Bahkan di masa depan, game bisa memanfaatkan NPU.
