Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Juni 2026 | 02.41 WIB

Wapres Gibran Ingatkan Bahaya Penggunaan AI Tanpa Etika: Jangan Dipakai Sebar Hoaks dan Menipu

Kepala BBPPKS Regional VI Papua Kemensos John Herman Mampioper (kiri) mendampingi Wapres Gibran meninjau Sekolah Rakyat di Jayapura. (ANTARA/Qadri Pratiwi) - Image

Kepala BBPPKS Regional VI Papua Kemensos John Herman Mampioper (kiri) mendampingi Wapres Gibran meninjau Sekolah Rakyat di Jayapura. (ANTARA/Qadri Pratiwi)

JawaPos.com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyoroti pentingnya etika dalam penggunaan teknologi, khususnya artificial intelligence (AI). Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan tanggung jawab moral agar tidak disalahgunakan.

Gibran mengingatkan, AI memiliki manfaat besar apabila digunakan secara tepat. Namun, teknologi tersebut juga berpotensi menimbulkan dampak negatif jika dipakai untuk tindakan yang merugikan.

“Teknologi tanpa etika itu berbahaya. AI bisa digunakan untuk membuat konten positif, tapi juga bisa dipakai untuk menyebar hoaks, melakukan plagiarisme, atau melanggar privasi orang lain,” kata Gibran dalam unggahan pada media sosial Instagram, Selasa (16/6).

Ia menegaskan, pemanfaatan kecerdasan buatan harus dilandasi nilai integritas dan tanggung jawab. Ia mengingatkan agar AI tidak digunakan sebagai sarana melakukan kejahatan ataupun menyerang pihak lain.

“Jangan gunakan AI untuk menipu, jangan gunakan AI untuk menjatuhkan orang lain,” tegas Gibran.

Selain itu, putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tersebut mendorong masyarakat memanfaatkan AI untuk meningkatkan kesejahteraan dan mempermudah aktivitas sehari-hari. Ia berharap perkembangan teknologi tidak justru memicu kekacauan sosial.

“Kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan kemajuan moralitas kita sebagai bangsa yang beradab,” tuturnya.

Gibran juga memberikan pesan khusus kepada generasi muda agar menjadikan AI sebagai sarana untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas, bukan menggantikan kemampuan berpikir.

Ia juga menilai, AI seharusnya dipahami sebagai alat bantu yang dapat mempercepat proses belajar dan memudahkan akses pengetahuan.

“Bayangkan AI sebagai asisten pribadi yang membantu kalian belajar, mencari data, mempelajari bahasa asing lebih cepat, bahkan memahami rumus matematika yang rumit dengan cara yang lebih sederhana,” pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore