
Country Director RightsLedger Indonesia Rio K. Liau saat jumpa media baru-baru ini. (Fadhil Al Birra/JawaPos.com)
JawaPos.com - Perkembangan era digital saat ini semakin menantang kreativitas masyarakat. Beragam platform guna mendukung para kreator pun kian banyak bermunculan. Salah satunya yakni RightsLedger yang bakal hadir di beberapa negara Asia termasuk Indonesia.
RightsLedger sendiri merupakan perusahaan asal Amerika Serikat yang didirikan oleh Ray Young, sosok wirausaha yang lama berkecimpung di dunia film Hollywood selama 20 tahun. RightsLedger tengah menyiapkan tiga buah platform, yakni Milio, milSTAGE, dan milDEALS.
Milio merupakan platform media sosial, milSTAGE adalah platform video streaming, sementara milDEALS sendiri merupakan platform konten marketplace. "Ketiga platform ini akan hadir di Indonesia. Kemungkinan Juni akan kita launching," ujar Country Director RightsLedger Indonesia Rio K. Liau saat konferensi pers baru-baru ini.
Menurut dia, peluncuran perdana Milio, milSTAGE, dan milDEALS, tidak hanya di Indonesia, namun juga akan dilakukan serentak dengan negara lain di Asia, seperti Singapura, China, Korea Selatan, Vietnam, dan Kamboja. "Konten kreator paling banyak dan paling top itu dari Asia. Karena itu RightsLedger memilih Asia untuk mengenalkan ketiga platform barunya," terangnya.
Bawa Teknologi Blockchain
Rio mengaku optimistis ketiga platform bikinan RightsLedger bakal menyaingi raksasa konten digital seperti Facebook dan Youtube. Pasalnya, Milio, milSTAGE, dan milDEALS, memiliki keunggulan tersendiri, yakni dibekali dengan teknologi blockchain.
Teknologi blockchain akan mengautentikasi kepemilikan konten digital. Data yang telah diunggah pada jaringan blockchain tidak bisa diubah atau dimodifikasi, sehingga dapat membantu pengguna memproteksi konten. Kreator juga nanti akan mendapatkan blockchain receipt sebagai bukti kepemilikan. Sehingga jika ada pengguna lain yang menduplikasi konten, itu bisa langsung terlacak dan otomatis tidak bisa diunggah," jelas Rio.
Sederhananya, penggunaan teknologi blockchain dimaksudkan agar tidak terjadi aksi menyalin konten tanpa izin. Dengan demikian, seorang kreator dapat mempunyai bukti otentik kepemilikan sebuah konten. "Inilah yang menjadi perbedaan RightsLedger dengan platform konten digital yang lain. Perlindungan sebuah konten era informasi menjadi penting karena saat ini konten adalah sebuah properti yang memiliki potensi nilai ekonomi tinggi. Konten juga lebih aman karena tidak ada duplikasi," sambungnya.
Selain itu, perbedaan platform buatan RightsLedger dengan yang lain terlihat pada pemberian rewards bagi penonton yang menyaksikan tayangan iklan hingga selesai. Pembagian pendapatan iklan juga dikatakan mencapai 50-90 persen sehingga sangat menguntungkan konten kreator.
"Konten kreator harus sadar bahwa karya mereka merupakan kontribusi terbesar bagi platform-platform digital yang ada saat ini. Mereka berhak memperoleh penghasilan yang mungkin jauh lebih besar bersama Milio, milSTAGE, dan milDEALS karena kami sangat menghargai konten kreator," pungkas Rio.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
