
Ilustrasi Sribufest 2025. (Istimewa)
JawaPos.com–Sribufest 2025 sukses menghimpun ratusan freelancer serta pelaku industri kreatif dari berbagai wilayah. Mereka berkumpul untuk belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat ketahanan diri di tengah kondisi industri yang kian penuh ketidakpastian.
Festival tahunan besutan Sribu ini mengangkat tema Survive & Thrive, yang merefleksikan upaya memahami pergeseran industri, merumuskan strategi bertahan. Selain itu, menyiapkan fondasi karir jangka panjang di tengah percepatan teknologi, tekanan kehadiran AI, dan situasi ekonomi yang menantang.
Berlokasi di CGV Grand Indonesia, Sribufest 2025 menyuguhkan beragam format sesi. Mulai dari talkshow, storytelling berbasis pengalaman nyata, hingga komedi reflektif yang merepresentasikan keseharian pekerja kreatif di balik layar.
“Tantangan terbesar freelancer hari ini adalah mencari proyek berkelanjutan, meningkatkan average income, sekaligus beradaptasi dengan AI. Saya percaya AI tidak datang untuk menggantikan manusia, tetapi membantu kita bekerja lebih cepat. Kuncinya bagaimana kita menyikapi perubahan ini,” ujar Ryan Gondokusumo, CEO Sribu di CGV Grand Indonesia.
Pada edisi tahun ini, Sribufest menghadirkan empat praktisi dari lintas disiplin. Benakribo membagikan perspektif tentang menjaga kesehatan mental sekaligus tetap relevan di tengah derasnya arus konten.
Aryo Pamungkas, Founder Slab Studio, mengulas ketahanan kreatif dan cara seniman maupun desainer beradaptasi dalam situasi industri yang tidak pasti. Sementara itu, Michelle Yap, VP Marketing Exabytes menyampaikan pendekatan praktis dalam membangun sistem pemasaran berkelanjutan bagi pekerja kreatif.
Rangkaian acara ditutup Nury Zhafira lewat komedi reflektif yang menyoroti realitas hidup freelancer, mulai dari revisi yang tak kunjung usai hingga klien yang tiba-tiba menghilang.
Di tengah tuntutan industri kreatif yang menuntut ketahanan mental, kecepatan adaptasi, serta kemampuan memasarkan kompetensi secara mandiri, Sribufest 2025 kembali menjadi pengingat bahwa freelancer tidak berjuang sendirian.
“Misi kami ingin membuka lebih banyak peluang kerja bagi freelancer di Indonesia. Sribufest kami selenggarakan untuk menciptakan ruang belajar, ruang terkoneksi, dan ruang untuk percaya diri lagi. Jika freelancer tumbuh, industri kreatif Indonesia ikut tumbuh,” tutup Ryan Gondokusumo.
Dengan semangat positif, tambahan wawasan, dan jejaring komunitas yang kian kuat, Sribufest 2025 menegaskan perannya sebagai salah satu festival penting bagi pekerja kreatif Indonesia, sebuah ruang untuk terus berkembang di tengah ketidakpastian.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
