Ilustrasi mobil listrik mengisi daya. (Pixabay)
JawaPos.com - Transportasi berkelanjutan dan inklusif menjadi kebutuhan bersama, terlebih bagi kawasan perkotaan. Isu ini tak sebatas mewujudkan mobilitas yang rendah emisi tetapi juga menyediakan energi bersih.
Namun demikian, tantangan inklusivitas di dalam sistem transportasi di tanah air masih besar. Rilis Institute for Transportation & Development Policy (ITDP) pada Maret 2024 menyebutkan, warga Jabodetabek menempuh jarak rata-rata 10,5 km setiap hari untuk beraktivitas di Jakarta.
Pada saat yang sama, cakupan transportasi publik yang terintegrasi di Jabodetabek masih sangat timpang. Jakarta menjangkau 78 persen wilayahnya, sedangkan kota-kota satelit di Bodetabekbaru menjangkau antara delapan hingga 29 persen.
Terbatasnya akses terhadap transportasi umum yang layak dan terjangkau memaksa banyakorang untuk terus bergantung pada kendaraan pribadi. Akibatnya, kemacetan semakin parah dan kesenjangan mobilitas kian melebar.
Menjawab tantangan semacam itu, Gonggomtua E. Sitanggang selaku Southeast Asia Director ITDP dalam keterangan tertulisnya berpendapat, penggunaan energi bersih merupakan kunci menuju transportasi ramahlingkungan dan inklusif. Penerapannya, imbuh dia, melalui penggunaan kendaraan listrik.
“Kalau ingin kota kita lebih compact maka yang dibutuhkan adalah sisa kendaraan (selainkendaraan umum) yang ada adalah kendaraan listrik,” tutur Gongomtua dalam talkshow Green Collabs yang diadakan Katadata Green di Jakarta, Sabtu (23/8).
Dampak dari sistem transportasi yang tidak berkelanjutan ini langsung terasa dalam kehidupanmasyarakat perkotaan baik dari segi kesehatan, kualitas lingkungan, hingga produktivitas.
Manajer Ekonomi Sirkular dan Kemitraan Chandra Asri Group Nicko Setyabudi dalam keterangan tertulis yang diterima mengatakan bahwa sebagai salah satu pelaku industri yang mendukung penyediaan energi bersih, pihaknya ingin menghadirkan listrik yg lebih hijau memakai solar panel.
Nicko mengungkapkan, EBT seperti panel surya akan menjadi tren di masa depan untuk pengadaan listrik yang lebih hijau mengingat selama ini masih ada ketergantungan terhadap bahan bakarfosil.
“Listrik hijau ini akan jadi tren ke depan,” tuturnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
