Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Mei 2026 | 05.58 WIB

Battery Lock Jadi Sorotan, Pemerintah China Turun Tangan Selidiki Industri EV

ILUSTRASI. Charger Gun mobil listrik. (Istimewa) - Image

ILUSTRASI. Charger Gun mobil listrik. (Istimewa)

JawaPos.com - Dunia kendaraan listrik China sedang menjadi sorotan setelah muncul dugaan praktik battery lock yang menyeret sejumlah produsen mobil listrik besar.

Praktik ini disebut memungkinkan produsen membatasi kemampuan baterai kendaraan secara elektronik tanpa persetujuan langsung dari pemilik mobil.

Battery lock sendiri merupakan istilah untuk pembatasan fungsi baterai melalui sistem perangkat lunak kendaraan. Proses tersebut umumnya dilakukan menggunakan pembaruan Over-the-Air (OTA), yakni update software yang dikirim langsung dari jarak jauh oleh pabrikan.

Dalam beberapa laporan media otomotif dan teknologi di China, praktik tersebut diduga dapat mengurangi kapasitas pemakaian baterai, memperpendek jarak tempuh kendaraan, hingga memperlambat proses pengisian daya.

Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) dikabarkan mulai melakukan investigasi sejak awal Mei 2026 setelah jumlah pengaduan konsumen terkait sistem manajemen baterai atau Battery Management System (BMS) meningkat tajam.

Lonjakan keluhan disebut mencapai 273 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Banyak pengguna mobil listrik mengaku performa kendaraan mereka berubah signifikan setelah menerima pembaruan software OTA.

Sejumlah konsumen melaporkan kendaraan yang sebelumnya mampu menempuh jarak sekitar 500 kilometer dalam standar pengujian CLTC, mendadak turun menjadi kurang dari 300 kilometer setelah update sistem dilakukan.

Data dari platform pengaduan konsumen di China mencatat lebih dari 12.000 laporan terkait dugaan battery lock sepanjang Maret 2026. Jumlah tersebut meningkat drastis dan langsung menarik perhatian media pemerintah China, termasuk CCTV.

Isu ini memunculkan kekhawatiran baru di kalangan pengguna kendaraan listrik, terutama terkait transparansi pembaruan software yang kini menjadi bagian penting dalam ekosistem mobil modern.

Meski demikian, sejumlah pabrikan otomotif besar langsung memberikan bantahan atas dugaan keterlibatan mereka. BYD dan Xpeng disebut menegaskan tidak termasuk perusahaan yang dipanggil dalam investigasi tersebut.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore