
ILUSTRASI. Charger Gun mobil listrik. (Istimewa)
JawaPos.com - Dunia kendaraan listrik China sedang menjadi sorotan setelah muncul dugaan praktik battery lock yang menyeret sejumlah produsen mobil listrik besar.
Praktik ini disebut memungkinkan produsen membatasi kemampuan baterai kendaraan secara elektronik tanpa persetujuan langsung dari pemilik mobil.
Battery lock sendiri merupakan istilah untuk pembatasan fungsi baterai melalui sistem perangkat lunak kendaraan. Proses tersebut umumnya dilakukan menggunakan pembaruan Over-the-Air (OTA), yakni update software yang dikirim langsung dari jarak jauh oleh pabrikan.
Dalam beberapa laporan media otomotif dan teknologi di China, praktik tersebut diduga dapat mengurangi kapasitas pemakaian baterai, memperpendek jarak tempuh kendaraan, hingga memperlambat proses pengisian daya.
Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) dikabarkan mulai melakukan investigasi sejak awal Mei 2026 setelah jumlah pengaduan konsumen terkait sistem manajemen baterai atau Battery Management System (BMS) meningkat tajam.
Lonjakan keluhan disebut mencapai 273 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Banyak pengguna mobil listrik mengaku performa kendaraan mereka berubah signifikan setelah menerima pembaruan software OTA.
Sejumlah konsumen melaporkan kendaraan yang sebelumnya mampu menempuh jarak sekitar 500 kilometer dalam standar pengujian CLTC, mendadak turun menjadi kurang dari 300 kilometer setelah update sistem dilakukan.
Data dari platform pengaduan konsumen di China mencatat lebih dari 12.000 laporan terkait dugaan battery lock sepanjang Maret 2026. Jumlah tersebut meningkat drastis dan langsung menarik perhatian media pemerintah China, termasuk CCTV.
Isu ini memunculkan kekhawatiran baru di kalangan pengguna kendaraan listrik, terutama terkait transparansi pembaruan software yang kini menjadi bagian penting dalam ekosistem mobil modern.
Meski demikian, sejumlah pabrikan otomotif besar langsung memberikan bantahan atas dugaan keterlibatan mereka. BYD dan Xpeng disebut menegaskan tidak termasuk perusahaan yang dipanggil dalam investigasi tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022