Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Agustus 2025 | 17.06 WIB

Kanali 3 Tanda Toxic Relationship, Jangan Sampai Terjebak!

Ilustrasi hubungan tidak sehat. (Freepik/raja stok) - Image

Ilustrasi hubungan tidak sehat. (Freepik/raja stok)

JawaPos.com – Pernahkah kamu berada dalam sebuah hubungan yang ternyata tidak sehat? Bahkan, tidak jarang seseorang tidak menyadari bahwa dirinya sedang terjebak dalam toxic relationship.

Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan toxic relationship? Menurut penjelasan yang dikutip dari Radar Bojonegoro (JawaPos Group), toxic relationship adalah bentuk hubungan yang dipenuhi dengan perilaku negatif, sehingga merugikan salah satu pihak dan menguras energi emosional maupun mental.

Sementara itu, data dari laman Komnas Perempuan mencatat bahwa laporan terkait Kekerasan oleh Mantan Pacar (KMP) masih menduduki peringkat tertinggi dengan 713 kasus, disusul Kekerasan Dalam Pacaran (KDP) yang mencapai 422 kasus.

Lantas, bagaimana cara mengenali tanda-tanda sebuah hubungan yang tidak sehat? Berikut tiga ciri toxic relationship menurut Margaretha, S.Psi., P.G.Dip.Psych., M.Sc., dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR), sebagaimana dilansir dari laman unair.ac.id.

1. Isolasi

Tanda pertama dari toxic relationship adalah terjadinya isolasi sosial. Pasangan cenderung membatasi ruang interaksi korban dengan lingkungan sekitarnya. Hal ini membuat korban kehilangan tempat untuk bercerita atau mencari dukungan ketika terjadi kekerasan.

2. Cekcok terus menerus

Perselisihan dalam hubungan sebenarnya hal yang wajar. Namun, jika pertengkaran terjadi secara terus-menerus dengan pola yang sama, kondisi tersebut patut diwaspadai.

Misalnya, ketika pasangan merasa tersinggung, ia justru bersikap kasar, menolak kritik, atau menunjukkan perilaku yang tidak sehat.

3. Pengabaian

Bentuk lain dari toxic relationship adalah pengabaian, seperti berbohong atau menyangkal suatu kejadian. Sikap ini biasanya dilakukan dengan menolak mengakui hal-hal yang berkaitan dengan hubungan, sehingga memengaruhi kepercayaan diri serta kemampuan berpikir pasangan.

"Istilahnya gaslighting atau memanipulasi. Jadi, ia meragukan kemampuan pasangannya dalam berpikir dan mengambil keputusan," ucap Margaretha.

Sebagai contoh, pasangan mengatakan, "Kamu tuh lebay, aku nggak chat sama dia" padahal faktanya percakapan tersebut memang ada, namun ia berusaha memutarbalikkan keadaan seolah-olah korban yang salah menuduh. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore