Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Januari 2024 | 23.52 WIB

Ketinggalan, Negara Lain Sudah 5G, Korea Utara Baru Mau Melangkah ke 4G

Teknologi jaringan seluler 4G. - Image

Teknologi jaringan seluler 4G.

JawaPos.com - Teknologi jaringan seluler saat ini sudah masuk ke generasi lima alias 5G. Adopsi 5G bahkan sudah semakin meluas di banyak negara, termasuk, negara berkembang seperti Indonesia, India dan Malaysia saja sudah mengadopsi 5G dan perlahan meninggalkan 4G.
 
Namun demikian, teknologi tersebut bahkan masih menjadi barang yang sangat baru bagi Korea Utara (Korut). Kendati letaknya nggak jauh dari Korea Selatan, adopsi teknologi seluler di Korut tak secepat di Korea Selatan. 
 
Hal ini dibuktikan dengan Korea Utara yang baru-baru ini memulai proses peningkatan jaringan selulernya ke 4G. Ya, benar, baru mau masuk ke teknologi 4G. Bahkan, adopsi 4G Korut menggunakan peralatan bekas yang terutama bersumber dari Huawei menurut laporan situs berita lokal Daily NK.
 
Inisiatif peningkatan ini dikatakan telah dimulai pada bulan Oktober yang melibatkan perombakan infrastruktur jaringan 3G yang ada dan menetapkan landasan untuk layanan 4G. 
 
Kota-kota besar seperti Pyongyang, Nampo, Pyongsong, Sariwon, Wonsan, dan Hamhung telah menyaksikan gelombang pertama peningkatan ini. Peningkatan tersebut mencakup pemasangan repeater 4G, monitor jarak jauh, dan amplifier untuk transmisi dan penerimaan radio, serta kontrol pemrosesan sinyal yang diperbarui di stasiun base transceiver.
 
Daily NK juga memberitakan, pembangunan menara seluler 4G sudah berlangsung di beberapa daerah. Sasarannya adalah menyelesaikan lebih dari 80 % menara seluler yang direncanakan pada tahun 2025. Saat ini, layanan 4G sebagian besar tersedia di distrik pusat Pyongyang.
 
Sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Daily NK, “Orang-orang yang berlangganan jaringan baru mengatakan sinyalnya sangat bagus, tanpa gangguan saat menjelajahi intranet atau menonton acara.” 
 
Namun, sumber tersebut menambahkan bahwa terdapat keterbatasan karena sinyal melemah secara signifikan ketika pengguna berada jauh dari stasiun pangkalan atau BTS. Hal ini dilaporkan menyebabkan keengganan di kalangan warga Korea Utara untuk beralih ke 4G, karena perangkat seluler di negara tersebut tidak secara otomatis kembali ke 3G di wilayah dengan penerimaan 4G yang buruk.
 
Dari 26,2 juta penduduk Korea Utara, hanya sekitar 28,3 % yang memiliki koneksi telepon. Pendekatan negara terhadap teknologi seluler secara historis tertinggal dibandingkan tren global, dan sering kali mengadopsi teknologi generasi lama. 
 
Mereka memasuki era 2G pada tahun 2002, lama setelah gelombang 3G global, dan mengikuti pola serupa dengan 3G. Pengamat industri menduga 4G dan 5G akan mengikuti pola yang sama.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore