Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Desember 2023 | 21.30 WIB

Menggali Kuungulan Kloning Suara AI: Antara Membuka Potensi Baru Teknologi atau Ancaman Tersembunyi?

Perkembangan AI yang pesat bisa menggantikan posisi manusia dalam setiap hal. (sumber: X / @nhk_kurogen) - Image

Perkembangan AI yang pesat bisa menggantikan posisi manusia dalam setiap hal. (sumber: X / @nhk_kurogen)

JawaPos.com - Teknologi kloning suara merupakan penciptaan suara buatan yang meniru suara target melalui sintesis ucapan.

Dengan presisi tinggi, suara dapat direproduksi, memungkinkan penggunaannya dalam asisten suara atau aplikasi pengubah suara secara real-time.

Proses ini umumnya membutuhkan rekaman ucapan untuk membuat dataset yang digunakan dalam pembuatan model suara baru.

Dengan langkah-langkah yang sederhana, klon suara kini dapat diwujudkan dengan mudah.

Kemajuan teknologi AI telah melonjak pesat belakangan ini. Kini, gambar-gambar yang dihasilkan oleh AI tidak hanya menyerupai gambar asli, tetapi perkembangan terbaru dalam kloning suara juga telah menghasilkan suara AI yang sangat realistis.

Menurut postingan dari akun twitter @nhk_kurogen, Sabtu (16/12), yang telah diringkas dalam media berita Anime Senpai, Sabtu (16/12), sejumlah seniman sebelumnya telah menyuarakan protes terhadap penggunaan kecerdasan buatan yang meniru dan dilatih dengan karya mereka tanpa izin.

Dan kini, kelihatannya para pengisi suara juga angkat suara menentang penggunaan kecerdasan buatan.

Yuki Kaji, yang dikenal sebagai pengisi suara Eren Yeager dalam Attack on Titan dan Shoto dalam My Hero Academia, adalah seorang pengisi suara Jepang yang mengungkapkan frustrasinya terhadap penggunaan kecerdasan buatan untuk mengkloning suaranya tanpa izin.

Tampil dalam acara TV Jepang "Close-up Gendai" pada 12 Desember 2023, Yuki Kaji menunjukkan ketidakpuasannya karena suaranya dikloning oleh AI tanpa izin.

Pada saat itu, teknologi AI membuat sampul lagu "Akuma no Ko" (lagu tema penutup Attack on Titan season 4 bagian 2) dengan suaranya.

Yuki Kaji merasa campur aduk tentang kenyataan bahwa suaranya dimanfaatkan oleh AI tanpa izin.

Dalam pernyataannya di acara tersebut, ia menegaskan bahwa pengisi suara tidak hanya bertanggung jawab atas suara, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menanamkan kehidupan dan jiwa ke dalam karyanya.

Baginya, melihat karya seorang aktor diubah hanya dengan menelusuri permukaannya saja merupakan sesuatu yang sangat mengesalkan, dan upaya semua orang yang terlibat dalam proyek tersebut dianggap terabaikan.

AI juga diterapkan dalam pembuatan manga atau komik untuk mempercepat proses kreatif.

Beberapa penerbit juga telah menerbitkan manga pertama yang dibuat dengan bantuan teknologi AI.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore