
Pelatihan program AI, EQUAL Summit kepada pemuda, perempuan, hingga penyandang disabilitas di Jakarta, Senin (25/5)/(Istimewa)
JawaPos.com - Teknologi Artificial Intelligence (AI) AI kini hadir dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, pekerjaan, layanan publik, hingga cara masyarakat mengakses informasi dan membangun produktivitas digital. Karenanya, inklusivitas dalam pengembangan dan pemanfaatan AI menjadi hal yang sangat penting untuk menjangkau seluruh aspek masyarakat.
Salah satunya penyandang disabilitas yang dinilai perlu dilibatkan. Tidak hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem digital yang turut bertumbuh, berkontribusi, dan menciptakan dampak sosial yang lebih luas..
"Kami mendorong pemanfaatan teknologi seperti Microsoft Copilot untuk membantu lebih banyak masyarakat—termasuk perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas—mengembangkan keterampilan baru, meningkatkan produktivitas, dan berpartisipasi aktif dalam ekonomi digital,” kata President Director Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir di acara pelatihan program EQUAL Summit, di Jakarta, Senin (25/5).
Selain berfokus pada pelatihan, program EQUAL juga mendorong terbentuknya jaringan kolaborasi dan pembelajaran jangka panjang antar komunitas, fasilitator, institusi pendidikan, dan mitra daerah.
Baca Juga:Pemprov Jatim Kucurkan Bansos Rp 1,8 Miliar di Kediri, Buruh Rokok hingga Disabilitas Kebagian
Founder Alunjiva Indonesia Nicky Clara menegaskan bahwa pendekatan berbasis komunitas menjadi salah satu kunci penting dalam membangun ekosistem pembelajaran AI yang inklusif dan berkelanjutan.
Kata dia, tantangan saat ini banyak kelompok rentan dan penyandang disabilitas masih terbatas dalam mengakses teknologi, terlebih soal AI. Karena itu literasi AI perlu dibangun dengan pendekatan yang inklusif, mudah dipahami, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat sehari hari.
"Melalui program EQUAL, kami ingin memastikan bahwa AI tidak hanya dipahami sebagai teknologi masa depan, tetapi juga menjadi alat pemberdayaan yang dapat membuka akses, meningkatkan kapasitas, dan menciptakan peluang baru bagi semua orang,” pungkasnya.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
