Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 November 2023 | 23.25 WIB

Tak Mudah, Akses ke Pendanaan Masih Jadi Tantangan Terberat Startup Digital

 

Jumpa pers HUB.ID Accelerator, para alumni bagikan pengalamannya dirikan startup digital. (RianAlfianto/JawaPos.com)

JawaPos.com - Setelah sukses menjalankan program accelerator HUB di tahun 2021 dan 2022, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengklaim kembali berhasil menyelesaikan kegiatan serupa di tahun 2023 dengan kegiatan yang masih berfokus pada pengembangan dan peningkatan startup lokal Indonesia. Caranya adalah dengan melalui akses pendanaan serta kerja sama bisnis dengan memanfaatkan jaringan luas BUMN, korporasi, dan sektor pemerintah.
 
Diketahui, akses ke pendanaan masih jadi salah satu tantangan paling berat para pendiri startup digital. Selama tiga tahun berjalan, setiap tahunnya program HUB.ID Accelerator dari Kemenkominfo dikatakan sukses memfasilitasi startup digital lokal Indonesia dengan sektor yang berbeda-beda guna memperluas fokus pengembangan dan peningkatkan startup.
 
Di mulai dari tahun 2021 dengan tujuh sektor startup yaitu Agriculture & Aquaculture, Healthcare, Fintech, Logistics, Edutech, Tourism, and Smart City/Gov Solution program pembinaan startup digital Kemenkominfo terus berlanjut. Dilanjutkan di tahun 2022 dengan lima sektor yaitu Financial Services, B2B/Enterprise Solution/Govtech, Logistics, SME Enabler, Agriculture & Aquaculture. Serta di tahun 2023 masih mengangkat lima sektor startup yaitu Financial Technology, SME Enablers & Logistic, ESG Related, Agritech & Fisheries, dan juga Healthtech.
 
 
Setiap tahunnya jumlah startup pendaftar program accelerator dikatakan terus bertambah, yang mana di tahun 2021 terpilih 43 Startup dan di tahun 2022 terpilih 24 Startup yang berkesempatan untuk dibina dan mengikuti rangkaian program tersebut mulai dari Business Mentoring, Business Matchmaking, Networking Session, dan Demo Day. 
 
Sedangkan di tahun 2023, dari 116 pendaftar terpilih 25 Startup untuk mengikutti rangkaian program yaitu Business Mentoring & Pitch Training, Business Matchmaking, Partner Day, IP Research Matchmaking, dan Networking Session.
 
Dari rangkaian program yang berjalan di tahun 2021, program tersebut dikatakan telah berhasil menjalankan 100 peluang kerja sama bisnis, 30 kerja sama bisnis, dan dua investasi baru yang didapatkan oleh Startup Dagangan, HiPajak, FisLog, MyRobin, Chickin Indonesia, Educourse, dan Lister. 
 
 
Sedangkan di tahun 2022, HUB.ID Accelerator telah berhasil menjalankan 138 Business Matchmaking antara startup dan perusahaan swasta maupun BUMN hingga pendanaan untuk Startup lulusan HUB.ID Accelerator yaitu PasarMIKRO, Grouu, Eratani, Ayo Kenalin, Looyal, Verihubs, Amoda dan Kecilin.
 
Pada kegiatan Alumni Talks yang dijalankan oleh Direktorat Ekonomi Digital di bawah struktur Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika di Jakarta (30/11), Kementerian Komunikasi dan Informatika menyambut dua startup alumni HUB.ID Accelerator 2022 yaitu Amoda & Kecilin.id yang dihadiri oleh CEO dan Co-Founder nya untuk membagikan ilmu dan pengalaman mengenai manfaat setelah bergabung dan menjadi bagian pada program yang sama melalui sesi diskusi panel. 
 
Kedua startup alumni HUB.ID tersebut menjadi perwakilan startup yang berhasil mempercepat pertumbuhannya yang bisa dilihat dari beberapa pencapaiannya. Amoda sebagai perusahaan teknologi properti dan konstruksi yang memberikan solusi & efisiensi untuk bangunan individu dan bisnis di Indonesia, mulai dari UKM, dan perusahaan dengan pertumbuhan tinggi berhasil mendapatkan pendanaan awal (seed) yang dipimpin oleh East Ventures dan Living Lab Ventures. 
 
 
Sedangkan Kecilin, merupakan perusahaan rintisan Software-as-a-Service (SaaS) yang menyediakan teknologi kompresi pada model teknologi modern berhasil memperoleh pendanaan pra-seri A senilai USD 4 Juta atau setara Rp 60 miliar yang dipimpin oleh Mandiri Capital Indonesia (MCI) dengan investor lainnya yakni Provident Growth, BNI Ventures, dan investor lama yang kembali berpartisipasi yakni Arkana.
 
Robin Yovianto selaku CEO & Co-Founder dari Amoda menyampaikan dalam diskusinya bahwa dengan banyak berkembangnya Startup baru di Indonesia bukan menjadi sebuah kompetisi bagi Amoda, justru bisa membuka peluang kolaborasi dan kerja sama lebih banyak. 
 
"Bahkan dengan bergabungnya Amoda di HUB.ID Accelerator tahun 2022 sangat membantu meningkatkan kredibilitas Amoda di mata masyarakat dan investor, karena Startup yang terpilih di HUB.ID Accelerator pastinya di kurasi dengan sangat baik," jelasnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/11).
 
 
Sedangkan Bisma Manda selaku CEO & Co-Founder dari Kecilin mengungkapkan bahwa mental dan networking yang kuat menjadi hal yang krusial untuk Startup bisa maju dan berkembang memajukan Indonesia. "Dan dengan bergabungnya Kecilin.id dalam program HUB.ID Accelerator 2022 sangat membantu untuk menggapai mimpi-mimpi Startup yang tinggi dengan support-nya mempertemukan dengan mitra bisnis serta investor," ungkap Bisma.
 
Harapannya dengan adanya kegiatan HUB.ID Alumni Talks kali ini dapat meningkatkan pemahaman pelaku bisnis Startup mengenai kegiatan HUB.ID Acceleator, mendorong para pelaku bisnis Startup untuk mengikuti kegiatan HUB.ID Accelerator, serta memfasilitasi pelaku bisnis startup untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman sekaligus promosi bisnisnya. 
 
 
 

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore