Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 November 2023 | 23.15 WIB

Mengenal Asal Usul Black Friday, Momen Tepat untuk Berbelanja Menjelang Natal

Black Friday, budaya diskon besar-besaran dari AS yang dirayakan setiap hari Jum - Image

Black Friday, budaya diskon besar-besaran dari AS yang dirayakan setiap hari Jum

JawaPos.com - Tahukah kamu apa itu Black Friday? Secara umum, Black friday adalah hari Jumat terakhir bulan November yang diperingati secara global terutama di Amerika Serikat.

Black Friday tahun ini, telah diperingati pada tanggal 24 November, dengan serangkaian acara.

Pada umumnya acara Black Friday memulai rangkaian penjualan pra-Natal dengan menawarkan diskon istimewa dan promosi menarik di berbagai toko maupun platform online.

Menjelajahi sejarah dan tradisi Black Friday, agaknya dapat membantu kita memahami esensi dari peristiwa belanja yang ramah konsumen ini.

Dilansir dari times of india, Kamis (30/11), Black Friday menjadi simbol kegembiraan belanja tahunan, menyusul sehari setelah perayaan Thanksgiving di Amerika Serikat.

Black Friday merupakan acara ritel yang terkenal dengan diskon besar dan penawaran luar biasa, yang terdapat di seluruh toko fisik maupun platform online.

Pembeli dengan penuh semangat menantikan penurunan harga barang-barang seperti elektronik dan pakaian, seringkali rela mengantri berjam-jam sebelum toko dibuka atau menjelajahi internet untuk mencari penawaran cepat.

Black Friday bermula di pertengahan abad ke-20 di Philadelphia, di mana istilah ini awalnya digunakan oleh polisi untuk menggambarkan kekacauan yang terjadi di kota sehari setelah Thanksgiving.

Awalnya dikarenakan pertandingan sepak bola Angkatan Darat-Angkatan Laut, peristiwa ini menyebabkan kemacetan lalu lintas dan kekacauan penegakan hukum.

Seiring berlalunya waktu, pengecer mengadopsi istilah ini dengan makna positif, menghubungkannya dengan momen penjualan tahunan yang mendorong mereka menuju "yang hitam" atau profitabilitas.

Pada era 80-an dan 90an, Black Friday tumbuh menjadi ekstravaganza belanja yang melibatkan seluruh negara. Dimana hal ini menjadi poin awal tidak resmi untuk musim belanja liburan, ditandai dengan diskon besar dan penawaran menarik.

Baca Juga: Apa Arti Black Friday? Simak Makna dan Sejarah Kemunculannya, Diperingati Satu Hari setelah Thanksgiving

Seiring dengan meningkatnya popularitas belanja online, muncullah Cyber Monday, memperluas belanja online di luar toko offline.

Daya tarik Black Friday meluas melewati batas Amerika Serikat dan menyebar ke seluruh dunia, termasuk negara-negara seperti Kanada, Inggris, dan sekitarnya.

Konsep memberikan diskon besar dan penawaran tak tertandingi, dengan cepat menjadi fenomena global.

Meskipun ada perdebatan seputar dampaknya terhadap konsumerisme dan komersialisasi hari libur, Black Friday tetap menjadi ujian budaya, hari di mana pembeli bersemangat mencari barang murah dan pengecer berharap pada lonjakan penjualan menuju akhir tahun.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore