
Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan.
JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bakal memanggil perwakilan Facebook Indonesia. Hal tersebut masih terkait peredaran video aksi teror penembakan brutal di masjid di Christchurch, Selandia Baru. Tidak hanya itu, Kemenkominfo juga meminta Facebook untuk meng-update 'mesinnya' agar lebih canggih.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan. "Kita akan panggil mereka (Facebook Indonesia) untuk minta penjelasan. Rencananya minggu ini mereka akan memberikan respons," ujar Semmy, sapaan karibnya di gedung Kemenkominfo Jakarta.
Sejak tragedi penembakan yang terjadi pada Jumat pekan lalu, pihaknya mengaku sudah mendapat lebih dari 1.500 pengaduan dari masyarakat. Hal tersebut didasari atas beredarnya tayangan aksi keji di masjid tersebut yang secara membabi-buta ditembakan oleh Brenton Tarrant dan menewaskan 50 orang yang sedang beribadah di masjid.
Pengaduan tersebut tak hanya ditemukan di Facebook, melainkan juga Instagram hingga Google. Tapi peredaran video itu paling banyak ditemukan di Facebook. Oleh karenanya, Kemenkominfo menyebut mereka akan memanggil Facebook Indonesia untuk menanyakan mengapa masih banyak video bermuatan radikalisme dan terorisme itu beredar di platform mereka.
Semmy menjelaskan, maraknya video penembakan ini karena banyaknya varian video tersebut yang sudah diedit sehingga menyulitkan mesin Ais mendeteksi peredarannya. Katanya, video yang sudah diubah turut pula mengubah 'DNA' video yang bersangkutan sehingga sulit untuk dicari untuk kemudian dihapus.
"Karena variannya banyak yang edit, jadi DNA-nya enggak kebaca dan butuh waktu lama. Facebook harusnya tidak hanya mengandalkan laporan pengguna, tetapi bisa menggunakan teknologi paling canggih untuk mendeteksi konten yang demikian agar tidak beredar semakin luas. Kalau sudah ada laporan berarti konten negatif kan sudah beredar luas," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
