
Ilustrasi: Pesawat New Horizons yang saat ini menjalankan tugas menjelajahi Kuiper Belt.
JawaPos.com – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional milik Amerika Serikat (NASA) menorehkan rekor baru. Rekor tersebut yakni pesawat NASA berhasil menjejajahi objek terluar dan terjauh dari sistem tata surya kita, Kuiper Belt.
Sebagaimana JawaPos.com lansir dari laman FoxNews, Kamis (3/1), yang mengemban misi tersebut adalah pesawat tanpa awak New Horizons. Pesawat nirawak New Horizons sendiri sebelumnya diketahui pernah ditugaskan untuk mengeksplorasi Pluto pada 2015 silam.
Direktur Laboratorium Fisika Terapan Johns Hopkins Ralph Semmel dalam sebuah pernyataan mengungkapkan, jalur terbang ini menandai kesuksesan yang pertama bagi semua makhluk hidup di bumi untuk bisa menyentuh daerah terjauh di tata surya menggunakan pesawat nirawak. “New Horizons memegang tempat terhormat di hati kita sebagai penjelajah kecil yang pemberani dan gigih, serta seorang fotografer hebat,” katanya demikian.
Wahana antariksa New Horizons milik NASA telah melakukan perjalanan terjauh dari sistem tata surya kita, melakukan zoom melewati Ultima Thule yang dingin di kecepatan 32.000 mil per jam pada awal tahun baru ini. Ultima Thule sendiri adalah wilayah sabuk Kuiper yang penuh dengan material es. Sabuk ini berada 2 miliar kilometer dari planet terjauh, Neptunus, dan berjarak 1,5 miliar kilometer dari planet kecil, Pluto.
Menurut NASA, gambar yang diambil selama pendekatan pesawat ruang angkasa New Horizons melewati Ultima Thule terjadi pada pukul 05:33 GMT atau 12:33 WIB, Selasa (1/1). Sayangnya gambar tersebut belum dipublikasikan dan dikatakan bakal mulai disebar kepada para ilmuwan Kamis (3/1) ini dengan gambar resolusi tinggi pertama baru akan dikirim pada Februari mendatang.
NASA menjelaskan bahwa pada gambar mengungkapkan objek Sabuk Kuiper mungkin memiliki bentuk yang mirip dengan pin bowling, yang ujungnya berputar dengan dimensi sekitar 20 kali 10 mil. Kemungkinan lain adalah Ultima bisa berwujud sebagai dua benda yang saling mengorbit.
Seperti kami singgung di atas, Ultima berada dalam apa yang disebut sebagai sabuk Kuiper, yang merupakan pita bahan beku yang mengorbit Matahari jauh melampaui planet kerdil Pluto. Para ilmuwan percaya bahwa benda-benda seperti Ultima hampir pasti memiliki petunjuk pada kondisi pembentukan tata surya 4,6 miliar tahun yang lalu.
Sekadar informasi, pesawat tersebut kabarnya kini berada di lokasi sejauh 6,4 miliar kilometer dari Bumi. Tugas pesawat New Horizons untuk mengambill gambar di planet terluar ini diharapkan bisa dilakukan hingga September 2020.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
