
“Earthset” terlihat dari Orion saat kru Artemis II mendekati Bulan. Foto: (The Guardian)
JawaPos.com — Lintasan misi Artemis II di sisi jauh Bulan menandai lebih dari sekadar pencapaian teknis. Di balik laporan visual yang disampaikan awaknya, NASA memperlihatkan pergeseran strategis: menjadikan pengalaman manusia sebagai medium utama dalam mengomunikasikan sains kepada publik global.
Pada Senin (6/4/2026), kru Artemis II menjalankan misi mengidentifikasi serta memotret fitur permukaan Bulan. Namun, narasi yang dikirim ke pusat kendali di Houston melampaui bahasa teknis. Deskripsi mereka justru sarat emosi, refleksi, dan imajinasi, menghadirkan pengalaman yang lebih dekat bagi publik.
Melansir The New York Times, Rabu (8/4/2026), pengalaman tersebut tidak disampaikan dalam bahasa teknis yang kaku, melainkan penuh rasa takjub. Christina Koch, astronaut NASA yang bertugas sebagai spesialis misi Artemis II menyebut momen itu sebagai sesuatu yang sulit dijelaskan. “Saya merasakan dorongan emosi yang luar biasa saat melihat Bulan,” katanya kepada pusat kendali. “Bulan itu terasa sangat berbeda saat dilihat langsung. Selama ini, yang kita lihat dari Bumi tidak cukup untuk menggambarkannya.”
Baca Juga:Catatkan Laba Rp 578,4 Miliar Sepanjang 2025 Didukung Pertumbuhan Kredit dan Lonjakan Nasabah
Alih-alih membatasi komunikasi pada data objektif, pendekatan ini menunjukkan bagaimana pengalaman personal kini menjadi bagian dari strategi komunikasi sains NASA. Kru Artemis II tidak hanya melaporkan pengamatan, tetapi juga menggambarkan permukaan Bulan secara rinci—dari perbukitan, lembah, hingga dataran—sehingga publik dapat membayangkan lanskap yang mereka lihat dari dekat.
Komandan misi Reid Wiseman, misalnya, mencatat kawah tumbukan dan pola pusaran di permukaan. “Ini seperti semua yang kami pelajari dalam pelatihan, tetapi dalam tiga dimensi dan benar-benar tak bisa dipercaya. Ini luar biasa,” katanya. Respons dari pusat kendali pun mencerminkan dinamika tersebut, ketika petugas Jacki Mahaffey dari pusat kendali menanggapi, “Diterima—‘moon joy’,” menangkap suasana takjub yang disampaikan awak.
Seiring wahana semakin mendekat, deskripsi yang disampaikan kru menjadi semakin intens. Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada menggambarkan pemandangan itu begitu “mencengangkan.” Sementara itu, pilot Victor Glover menyoroti batas antara sisi terang dan gelap Bulan. Dia menggambarkannya sebagai “pulau-pulau cahaya dan lembah hitam,” lalu menambahkan, “Anda akan jatuh langsung ke pusat Bulan jika melangkah di beberapa bagian itu.”
Glover juga mengakui keterbatasan bahasa dalam menggambarkan pengalamannya. “Sulit untuk menjelaskannya,” ujarnya. Dia kemudian menambahkan, “Saya seperti berjalan di sana, mendaki dan menjelajah medan yang menakjubkan.” Dari Houston, ilmuwan lunar Kelsey Young merespons, “Kami semua baru saja ikut berjalan di Bulan bersama Anda.”
Di sisi lain, fondasi ilmiah tetap dijaga ketat. Young menjelaskan bahwa astronaut menjalani pelatihan intensif, mulai dari kartu pembelajaran hingga simulasi di medan mirip Bulan di Islandia. Namun demikian, ekspresi yang muncul selama misi ini berlangsung dinilai spontan dan tidak direkayasa.
Puncak pengalaman terjadi ketika kru menyaksikan gerhana Matahari dari luar angkasa. Victor Glover menggambarkan momen itu sebagai pengalaman yang terasa seperti fiksi ilmiah. “Setelah semua pemandangan sebelumnya, ini benar-benar berbeda. Anda bisa melihat permukaan Bulan dengan kontras yang tidak biasa—ini hal paling tak masuk akal yang pernah saya lihat,” ujarnya.
Dalam momen yang sama, kru juga mengidentifikasi Mars dari rona kemerahannya dan Saturnus yang tampak oranye, sementara Bumi terlihat bersinar paling terang di kejauhan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022