
Ilustrasi - Persaingan industri laptop di Indonesia semakin dinamis seiring meningkatnya kebutuhan perangkat untuk kerja, pendidikan, hingga hiburan digital. (Dok. IST)
JawaPos.com – Persaingan industri laptop di Indonesia semakin dinamis seiring meningkatnya kebutuhan perangkat untuk kerja, pendidikan, hingga hiburan digital.
Di tengah kondisi tersebut, kualitas spesifikasi tak lagi menjadi satu-satunya pertimbangan konsumen. Aspek lain seperti durabilitas perangkat, kemudahan servis, serta layanan purna jual kini ikut menentukan tingkat kepercayaan pasar.
Kondisi itu mendorong produsen untuk memperkuat standar layanan. Salah satunya dilakukan ASUS melalui kebijakan peningkatan kualitas produk dan layanan purna jual yang mulai diberlakukan per 1 Januari 2026.
Inisiatif tersebut mencakup pembaruan standar layanan di seluruh lini produk yang dipasarkan di Indonesia.
Fokus kebijakan ini bertumpu pada tiga aspek utama, yakni kualitas perangkat, perlindungan purna jual yang lebih menyeluruh, serta ketersediaan jaringan servis. ASUS menempatkan durabilitas sebagai fondasi awal, seiring semakin beragamnya aktivitas pengguna laptop di berbagai kondisi.
Seluruh lini laptop ASUS telah melewati pengujian berstandar militer Amerika Serikat MIL-STD 810H. Pengujian tersebut melibatkan puluhan prosedur ekstrem, mulai dari ketahanan terhadap guncangan, getaran, suhu tinggi dan rendah, hingga tekanan udara.
Standar ini ditujukan untuk memastikan perangkat tetap berfungsi optimal dalam penggunaan jangka panjang.
Langkah tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan pengguna dari berbagai segmen, mulai pekerja profesional, mahasiswa, hingga kreator konten dan gamer. Dengan standar ini, perangkat diharapkan tidak hanya menawarkan performa, tetapi juga ketahanan dalam pemakaian sehari-hari.
Di luar aspek fisik produk, ASUS juga memperluas cakupan perlindungan purna jual. Memasuki 2026, perusahaan meningkatkan standar garansi internasional serta perlindungan Accidental Damage Protection (ADP) atau ASUS VIP Perfect Warranty. Perlindungan ini mencakup risiko akibat kelalaian pengguna, seperti tumpahan cairan atau kerusakan karena benturan, tanpa biaya jasa servis tambahan.
Penerapan garansi disesuaikan dengan segmen produk. Untuk lini premium seperti Zenbook, Vivobook S, Vivobook Flip, dan ProArt, perlindungan diberikan hingga tiga tahun, termasuk garansi internasional dan ADP. Sementara itu, lini gaming dan konsumen lainnya memperoleh perlindungan hingga dua tahun, termasuk untuk desktop dan perangkat all-in-one.
Country Manager ASUS Indonesia Lenny Lin menyatakan, peningkatan layanan tersebut ditujukan untuk memberikan rasa aman bagi pengguna. Menurutnya, kepercayaan konsumen tidak hanya dibangun dari spesifikasi produk, tetapi juga dari kepastian layanan setelah pembelian.
“Melalui peningkatan garansi dan layanan ini, kami ingin memastikan pengguna merasa lebih nyaman dan percaya diri dalam menggunakan perangkat ASUS,” ujarnya.
Baca Juga: Uston Nawawi Bukan Lagi Asisten Pelatih! Ini Daftar Staf Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Dari sisi infrastruktur, ASUS mengandalkan jaringan layanan purna jual yang tersebar luas. Hingga saat ini, terdapat 141 titik service center di Indonesia yang menjangkau berbagai wilayah, dari Sabang hingga Merauke. Seluruh pusat layanan didukung teknisi bersertifikasi dan penggunaan suku cadang resmi.
Selain layanan domestik, garansi internasional ASUS juga berlaku di 113 negara. Dengan cakupan tersebut, pengguna tetap dapat mengakses layanan resmi saat berada di luar negeri.
