Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 September 2025 | 01.33 WIB

Tingkatkan Sensor Keamanan, Huawei Terlibat Pengembangan Model DeepSeek AI

DeepSeek jalin kerja sama dengan Huawei untuk mengembangkan sensor keamanan pada model AI (Dok. Substack)

JawaPos.com - Raksasa teknologi Tiongkok Huawei telah ikut mengembangkan versi model kecerdasan buatan DeepSeek yang berfokus pada keamanan, yang dikatakannya hampir 100 persen berhasil dalam mencegah diskusi topik-topik sensitif secara politik.

Dilansir dari Reuters, regulator Tiongkok telah mewajibkan model AI domestik dan aplikasi yang didukungnya untuk mencerminkan nilai-nilai sosialis Tiongkok sebelum dirilis ke publik, sebagai bentuk kepatuhan terhadap kontrol ketat terhadap ucapan.
 
Huawei mengatakan dalam sebuah publikasi di akun WeChat pada Kamis malam (18/9/2025), bahwa mereka menggunakan 1.000 chip AI Ascend untuk melatih large language models (LLM), yang diubah dari model sumber terbuka (open source) R1 milik DeepSeek.
 
 
Mitra Huawei adalah Universitas Zhejiang yang elit, almamater pendiri DeepSeek, Liang Wenfeng. Namun, DeepSeek dan Liang tidak terlibat secara nyata dalam proyek. DeepSeek juga tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters.
 
Model modifikasi Huawei ini disebut DeepSeek-R1-Safe. Pengujian menunjukkan, bahwa "model ini hampir 100 persen berhasil dalam menangkal masalah umum yang merugikan, termasuk ujaran yang toxic dan berbahaya, konten yang sensitif secara politik, dan hasutan untuk melakukan aktivitas ilegal," kata perusahaan.
 
Namun, tingkat keberhasilan itu turun hingga 40 persen ketika perilaku tersebut disamarkan oleh tantangan berbasis skenario, skenario permainan peran, dan pengkodean terenkripsi.
 
"Kemampuan pertahanan keamanan komprehensifnya mencapai 83 persen, mengungguli beberapa model bersamaan seperti Qwen-235B dan DeepSeek-R1-671B sebesar 8 persen hingga 15 persen dalam kondisi pengujian yang identik," tambah Huawei, merujuk pada model yang dikembangkan oleh raksasa teknologi Tiongkok, Alibaba.
 
Menurut Huawei, DeepSeek-R1-Safe menunjukkan penurunan kinerja kurang dari 1 persen dibandingkan dengan DeepSeek-R1 asli. Perusahaan menyelenggarakan konferensi tahunan Huawei Connect di Shanghai, dan pada Kamis lalu mengungkap kerahasiaan selama bertahun-tahun tentang upaya pembuatan cipnya dengan mengumumkan peta jalan produk cip dan daya komputasi.
 
Sebelumnya, chatbot AI Tiongkok seperti Baidu Ernie Bot, juga menolak untuk menjawab atau terlibat dengan banyak pertanyaan tentang politik dalam negeri Tiongkok atau topik yang dianggap sensitif oleh Partai Komunis yang berkuasa.
 
Perlu diketahui, peluncuran DeepSeek-R1 dan V3 oleh DeepSeek mengejutkan para investor Silicon Valley dan teknologi di luar Tiongkok karena tingkat kemajuannya, yang memicu aksi jual saham AI di negara barat pada bulan Januari. Model AI telah diterima, dimodifikasi, dan digunakan di seluruh industri dan masyarakat Tiongkok.
 
Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore