
Platform AI baru bikinan lokal. (Istimewa)
JawaPos.com - Di tengah derasnya arus global kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang didominasi raksasa teknologi seperti OpenAI, Google, dan Anthropic, Indonesia diam-diam menyalakan apinya sendiri.
Hal itu dibuktikan lewat platform bernama MonpAI. Sebuah gebrakan baru pun muncul: AI buatan lokal yang bukan hanya pintar, tapi juga personal, kontekstual, dan berakar pada kebutuhan nyata pengguna di tanah air.
MonpAI diklaim bukan sekadar chatbot pintar. Ia adalah AI asisten personal yang bisa dilatih sesuai karakter, profesi, bahkan gaya bicara pemiliknya.
Di tengah tren global AI serba-generik yang kadang terasa dingin dan tidak nyambung, Monpai diyakini datang membawa pendekatan baru: AI yang bukan tahu segalanya, tapi tahu siapa kamu.
Inisiator MonpAI, Muhammad Muchlas Rowi, adalah sosok unik. Lulusan Filsafat UGM itu justru mendalami dunia AI usai menghadiri World AI Conference di Las Vegas tahun lalu.
Di sanalah ia mendengar langsung peringatan Geoffrey Hinton soal bahaya AI yang tak terkendali. Alih-alih takut, Muchlas justru tergerak membangun AI yang bukan hanya cerdas, tapi peka secara etis.
“AI masa depan bukan cuma soal kecerdasan, tapi juga kepekaan. Lewat Monpai saya ingin membuktikan bahwa teknologi bisa dibentuk sesuai nilai dan karakter manusia Indonesia," katanya di Jakarta, Minggu (23/6).
Yang membedakan MonpAI dari AI lain adalah kemampuannya untuk beradaptasi dan belajar dari pengguna. Mulai dari gaya bahasa, konteks pekerjaan, hingga tujuan penggunaan, semua bisa disesuaikan.
Mau bikin asisten hukum bernama TanyaHukumAI? Bisa. Butuh chatbot edukasi seperti AsistenGuruIPA? Bisa juga. Bahkan chatbot dakwah pun bisa dibuat dengan karakter khas seperti TanyaKangUstadz.
Dan semua itu, kata Muchlas, bisa dilakukan tanpa perlu jadi programmer.
Platform ini juga terintegrasi dengan berbagai model bahasa besar (LLM) seperti GPT-4, Gemini, hingga Claude. Pengguna bisa memilih sendiri model mana yang paling cocok dengan kebutuhan mereka.
Tak hanya teks, MonpAI juga mendukung analisis dokumen, file gambar, bahkan voice message. “Kami menyebutnya co-worker digital, AI yang tidak hanya menjawab, tapi juga bekerja bersama Anda,” lanjut Muchlas.
Fitur unggulannya terletak pada kemampuannya memahami dataset spesifik. Pengguna bisa mengunggah dokumen Word, PDF, atau menautkan situs web.
Lalu MonpAI akan ‘belajar’ dari data itu dan diyakini cocok untuk sektor hukum, pemerintahan, pendidikan, hingga layanan pelanggan yang butuh AI paham konteks lokal dan profesional.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
