
Plt. Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Y. Kristianto Widiwardono. (Humas BSN)
JawaPos.com - Pemerintah berupaya menurunkan emisi karbon adalah lewat teknologi Carbon Capture and Storage (CCS). Dalam penerapannya di lapangan, teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon membutuhkan metrologi untuk akurasi dan keamanan.
Menurut Indonesia Carbon Capture and Storage Center (ICCSC), Indonesia memiliki potensi investasi senilai USD 38 miliar atau sekitar Rp 640,79 triliun untuk pengembangan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon di wilayah Laut Jawa. Investasi itu direncanakan mulai bergulir pada 2030 depan.
“Metrologi memegang peranan penting dalam mendukung CCS secara menyeluruh," kata Plt. Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Y. Kristianto Widiwardono pada Selasa (20/5).
Melalui sistem pengukuran yang akurat dan tertelusur, BSN dapat memastikan bahwa setiap ton CO2 yang ditangkap, ditransportasikan, dan disimpan dihitung secara presisi. Kondisi itu memberikan jaminan nilai ekonomi karena data tersebut menjadi dasar perhitungan insentif karbon, perdagangan karbon, hingga pelaporan ke lembaga internasional.
Dia menjelaskan pengukuran yang andal menjadi kunci untuk memastikan bahwa CO2 benar-benar tertangkap dari sumber utama emisi. Seperti industri dan pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Selanjutnya, pengukuran laju alur, tekanan, suhu, dan kualitas CO2 selama proses penangkapan, transportasi, serta penyimpanan menjadi kunci. Untuk memastikan efisiensi energi, pengoperasian yang tepat, aman, dan efektif dari seluruh tahapan CCS.
“BSN melalui Deputi Bidang Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU) sebagai Lembaga Metrologi Nasional atau National Metrology Institute (NMI), terus berkontribusi dalam mendukung keberhasilan implementasi CCS," jelas dia, Khususnya melalui penyediaan dan pengembangan bahan acuan sebagai sumber ketertelusuran pengukuran CO2.
Saat ini SNSU BSN telah memiliki kemampuan pengukuran dan kalibrasi untuk CO2 level konsentrasi emisi kendaraan dan cerobong, dan gas rumah kaca. Kemampuan tersebut telah diakui internasional dan tercantum dalam Appendix C Key Comparison and Calibration Database (KCDB) Biro Internasional untuk Ukuran dan Timbangan (BIPM).
SNSU BSN juga telah menyediakan Bahan Acuan Bersertifikat (Certified Reference Material- CRM) IDNRM-MG-1 CO2 untuk level konsentrasi emisi kendaraan dan cerobong. Serta pemberian nilai acuan pada sampel Uji Profisiensi CO2 level tersebut dalam upaya mendiseminasikan ketertelusuran pengukuran CO2. (wan)

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
