JawaPos.com - Perusahaan rintisan Artificial Intelligence (AI) asal Tiongkok, DeepSeek, memang tengah menjadi fenomena saat peluncuran model AI terbuka R1 pada Januari kemarin. Bahkan, DeepSeek sukses membuat saham raksasa AI lainnya terganggu.
Namun, saat ini DeepSeek beroperasi di bawah pengawasan ketat pemerintah Tiongkok yang membatasi pergerakan perusahaan dan karyawannya.
Bahkan, seperti dilansir dari Tech Crunch, menurut laporan The Information, beberapa karyawan telah dicegah untuk bepergian ke luar negeri dengan bebas. Pemerintah Tiongkok pun turut berperan dalam penyaringan investor.
DeepSeek sendiri memberlakukan pembatasan perjalanan dengan meminta perusahaan induknya, High-Flyer, untuk menahan paspor staf tertentu.
Langkah ini diambil beberapa minggu setelah munculnya laporan bahwa pemerintah Tiongkok menginstruksikan peneliti dan pengusaha AI untuk menghindari perjalanan ke Amerika Serikat lantaran takut bocornya rahasia dagang.
Sebagai informasi, popularitas DeepSeek memang mengalami kenaikan akhir-akhir ini
dan membuat aplikasi tersebut menempati posisi teratas App Store dan Play Store.
Meski begitu, terdapat kekhawatiran mengenai keamanan data pada aplikasi tersebut oleh sejumlah negara lain karena menyimpan data pada server mereka yang berada di Tiongkok. Langkah ini jelas membuat data pribadi bocor ke pemerintah Tiongkok.
Australia dan Taiwan telah melarang DeepSeek dari semua perangkat pemerintah karena kekhawatiran bahwa perusahaan rintisan kecerdasan buatan Tiongkok tersebut menimbulkan risiko keamanan.
Sedangkan, otoritas perlindungan data Italia memerintahkan DeepSeek pada Januari untuk memblokir chatbot-nya di negara tersebut setelah perusahaan rintisan asal Tiongkok gagal menanggapi kekhawatiran regulator atas kebijakan privasinya.
Beberapa negara lain di Eropa, Amerika Serikat, dan India juga sedang mengkaji implikasi penggunaan DeepSeek.
Sementara itu, Kementerian Perindustrian Korea Selatan ikut memblokir akses pekerja ke DeepSeek karena masalah keamanan. Pemerintah pun mengimbau agar berhati-hati terhadap layanan AI generatif.