Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Februari 2025 | 16.40 WIB

Otoritas Korea Selatan Ikut Blokir Akses Pekerja ke DeepSeek AI, Keamanan Kembali jadi Alasan

DeepSeek. (reuters.com) - Image

DeepSeek. (reuters.com)

JawaPos.com – Kementerian Perindustrian Korea Selatan ikut memblokir akses pekerja ke perusahaan rintisan kecerdasan buatan Tiongkok, DeepSeek, karena masalah keamanan. Pemerintah pun mengimbau agar berhati-hati terhadap layanan AI generatif.

Pemerintah bahkan telah mengeluarkan pemberitahuan yang menyerukan kementerian dan lembaga untuk berhati-hati tentang penggunaan layanan AI, termasuk DeepSeek dan ChatGPT di tempat kerja.

Seperti dilansir dari Reuters, Korea Hydro & Nuclear Power yang dikelola negara mengatakan telah memblokir penggunaan layanan AI termasuk DeepSeek awal bulan ini. Kementerian pertahanan juga telah memblokir akses ke DeepSeek pada komputernya yang digunakan untuk keperluan militer.

Tak hanya itu, Kementerian luar negeri juga telah membatasi akses ke DeepSeek pada komputer yang terhubung ke jaringan eksternal.

Larangan ini sekaligus menjadikan Korea Selatan sebagai pemerintah terbaru yang memperingatkan atau memberlakukan pembatasan terhadap DeepSeek.

Pengawas privasi informasi Korea Selatan berencana untuk bertanya kepada DeepSeek tentang bagaimana informasi pribadi pengguna dikelola.

Di samping itu, operator aplikasi obrolan asal Korea Selatan, Kakao Corp, telah memberi tahu karyawannya untuk tidak menggunakan DeepSeek, juga karena alasan keamanan.

Hal ini dilakukan sehari setelah perusahaan itu mengumumkan kemitraannya dengan perusahaan kecerdasan buatan generatif terkemuka OpenAI.

Perusahaan teknologi Korea kini lebih berhati-hati dalam menggunakan AI generatif. SK Hynix, pembuat chip AI, telah membatasi akses ke layanan AI generatif, dan mengizinkan penggunaan terbatas bila diperlukan. 

Naver, portal web utama Korea Selatan, juga telah meminta karyawan untuk tidak menggunakan layanan AI generatif yang menyimpan data di luar perusahaan.

Sebelumnya, Australia dan Taiwan telah melarang DeepSeek dari semua perangkat pemerintah minggu ini. Karena kekhawatiran bahwa perusahaan rintisan kecerdasan buatan Tiongkok tersebut menimbulkan risiko keamanan.

Sedangkan otoritas perlindungan data Italia memerintahkan DeepSeek pada Januari untuk memblokir chatbot-nya di negara tersebut setelah perusahaan rintisan asal Tiongkok tersebut gagal menanggapi kekhawatiran regulator atas kebijakan privasinya.

Beberapa pemerintah negara lain di Eropa, Amerika Serikat, dan India juga sedang mengkaji implikasi penggunaan DeepSeek.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore