Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 September 2024 | 22.42 WIB

Waspada Penawaran iPhone 16 Palsu, Pakar Kaspersky Ungkap Bagaimana Penipu Memanfaatkan Antusiasme Penggemar

Penampakan iPhone 16 Pro dan iPhone iPhone 16 Pro Max. (Apple) - Image

Penampakan iPhone 16 Pro dan iPhone iPhone 16 Pro Max. (Apple)

JawaPos.com – Saat Apple bersiap meluncurkan iPhone 16 Series baru, para penjahat siber sudah memanfaatkan kehebohan itu dengan melakukan penipuan. Mereka menargetkan para penggemar Apple yang sangat antusias. 

Peluncuran tersebut membuat para penggemar tidak sabar untuk mendapatkan gawai berteknologi tinggi terbaru.

Namun, para peneliti Kaspersky telah menemukan bahwa penjahat siber kini coba memikat para pengguna. Dengan pra-pemesanan atau pre-order palsu, penawaran untuk pengguna awal, dan dukungan teknis palsu dalam euforia peluncuran iPhone 16 Series baru.

iPhone 16 baru sendiri diluncurkan selama acara "Glowtime" pada hari Senin, 9 September lalu. Perangkat tersebut diharapkan akan tersedia di toko-toko pada hari Jumat, 20 September. 

Peningkatan yang diantisipasi meliputi kemampuan yang didukung AI, perangkat keras yang diperbarui, layar yang lebih besar, bingkai yang lebih ramping, dan berbagai warna baru.

Rumor seputar perangkat terbaru tersebut mulai beredar selama musim panas, memberikan para penjahat siber peringatan dini. 

Menjelang acara tersebut, para peneliti di Kaspersky telah menemukan aktivitas penipuan seputar peluncuran tersebut.

Salah satu penipuan umum yang digunakan oleh para penjahat siber berupa penawaran awal kepada para pengguna untuk memesan iPhone terbaru dengan diskon hampir 40 persen. 

Para korban diarahkan ke situs web yang memamerkan iPhone baru yang mengilap, dengan iming-iming untuk "menjadi salah satu orang pertama yang menikmati teknologi canggih." 

Setelah mengeklik tautan tersebut, mereka diminta memberikan informasi penagihan dan pengiriman, dengan opsi untuk membayar melalui PayPal.

Faktur palsu dibuat setelah mengeklik 'tambahkan ke keranjang' atau 'beli', dengan memperhitungkan pajak dan pengiriman. Bahkan penipu menawarkan pengiriman gratis untuk pesanan di atas USD 1.000.

Setelah pembayaran dilakukan, para korban segera menyadari bahwa uang telah hilang dari akun mereka, tetapi tidak ada iPhone yang dikirim. Yang lebih mengkhawatirkan, para penipu kini memiliki informasi pribadi mereka, yang dapat dijual di dark web.

Penipuan lain yang ditemukan oleh para ahli Kaspersky adalah tawaran dukungan teknis iPhone yang memungkinkan mereka memperbarui perangkat seluler mereka.

Situs palsu berbahasa Spanyol itu, yang mungkin ditujukan untuk pengguna Amerika Latin, juga mengklaim akan membawa mereka ke halaman tempat mereka dapat melaporkan kehilangan atau pencurian ponsel.

Kaspersky menemukan juga bahwa ada halaman lain untuk membantu mereka menemukan perangkat mereka.

Editor: Bayu Putra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore