Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Juli 2024 | 19.00 WIB

Makapai Penerbangan Perlu Sistem Cadangan agar Layanan Tak Terganggu Jika Ada Gangguan BSOD Microsoft

Layar smartphone menampilkan pesan dari seorang dokter bedah di Inggris. Dalam pesan itu disebutkan pasien belum dapat mengakses beberapa layanan kesehatan secara online. (PAUL ELLIS/AFP) - Image

Layar smartphone menampilkan pesan dari seorang dokter bedah di Inggris. Dalam pesan itu disebutkan pasien belum dapat mengakses beberapa layanan kesehatan secara online. (PAUL ELLIS/AFP)

JawaPos.com - Sejumlah maskapai penerbangan sempat terdampak gangguan sistem Windows milik Microsoft karena update CrowdStrike. Karena itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta setiap maskapai penerbangan memiliki sistem cadangan. Dengan begitu, bila terjadi gangguan sistem, pelayanan tidak akan terganggu.

Budi mengungkapkan, gangguan sistem maskapai penerbangan seperti yang terkait Microsoft tidak hanya terjadi kali ini. Sebelumnya, sempat terjadi gangguan sistem imigrasi ketika Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 diserang ransomware.

”Gangguan sistem PDNS 2 hampir sama,” katanya.

Dua gangguan itu mengakibatkan penumpukan antrean penumpang di bandara. Sebab, pelayanan check in dilakukan secara manual. ”Pelayanan imigrasi itu juga manual saat itu,” terangnya kemarin (21/7) di Jakarta.

Kondisi gangguan sistem itu perlu menjadi bahan evaluasi bagi setiap pemangku kepentingan, termasuk untuk maskapai penerbangan. Tujuannya adalah mengantisipasi gangguan terulang kembali.

Karena itu, lanjut Budi, maskapai penerbangan perlu melakukan sejumlah langkah antisipatif. Dia menuturkan, pengguna sistem atau maskapai ini perlu menggunakan teknologi yang terbaik. ”Selain itu, perlu memiliki backup,” ujarnya.

Backup itu berupa penggunaan sistem cadangan. Jadi, saat sistem utama mengalami gangguan, maskapai bisa menggunakan sistem cadangan tersebut.

Budi menyampaikan, gangguan sistem Windows itu terjadi di sebagian maskapai seperti Citilink dan AirAsia. Sebab, maskapai tersebut memakai sistem yang terhubung secara global.

Garuda Indonesia dipastikan tidak terdampak gangguan sistem. Sebab, Garuda Indonesia menerapkan sistem operasi yang berbeda dengan sistem yang bermasalah. ”Yang kena penerbangan low-cost carrier (LCC),” jelasnya.

Diketahui pada Jumat (19/7) sistem Windows milik Microsoft mengalami gangguan yang terjadi secara global. Kondisi itu berdampak terhadap pelayanan maskapai penerbangan di seluruh dunia. Termasuk maskapai penerbangan di Indonesia. (idr/c14/ttg)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore