Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Februari 2023 | 13.34 WIB

Internet Safer Day 2023, Stop Sebar Konten Pelecehan Anak

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Pada Selasa (7/2), bertepatan dengan Hari Internet Aman Sedunia atau Internet Safer Day 2023, Meta mengumumkan kampanye terbarunya yakni Help Protect Children, Don't share, Don't comment, Report. Kampanye ini dikatakan bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Indonesia tentang bahaya yang muncul apabila seseorang membagikan gambar atau video pelecehan seksual terhadap anak.

Konten pelecehan anak sendiri didefinisikan sebagai gambar atau video yang menampilkan seorang anak yang terlibat atau digambarkan terlibat dalam aktivitas seksual secara eksplisit. Untuk mencegah hal ini terjadi, Meta bermitra dengan beberapa lembaga sosial masyarakat, termasuk Ecpat Indonesia, Sejiwa, dan NXG.

Mitra tersebut dikatakan bakal bersama-sama mendukung kampanye ini untuk mendorong siapapun yang melihat konten pelecehan seksual terhadap anak agar dapat melindungi korban. Caranya yaitu dengan tidak berkomentar pada konten tersebut dan segera melaporkannya ke Facebook.

"Keamanan online anak muda adalah prioritas utama bagi Meta. Kami telah bekerja selama bertahun-tahun untuk mencegah eksploitasi online terhadap anak-anak," kata Antigone Davis, Global Head of Safety, Meta di Jakarta, Selasa (7/2).

Dirinya melanjutkan, Meta bangga dapat mengumumkan kampanye yang didukung oleh penelitian mengenai perilaku (behavioral research) untuk mendidik orang-orang tentang bahaya yang disebabkan oleh konten pelecehan seksual terhadap anak, dan dampak saat membagikannya pada orang lain walaupun dilakukan tanpa niat jahat.

"Kami berharap melalui edukasi ini, setiap orang akan berpikir dua kali sebelum membagikan ulang jenis konten sensitif tersebut tapi akan berani untuk melaporkannya demi melindungi anak yang terlibat," lanjut Davis.

Dessy Sukendar, Policy Programs Manager, Meta Indonesia dalam kesempatan yang sama mengatakan, dalam mencegah dan memberantas eksploitasi dan pelecehan seksual anak secara online dibutuhkan pendekatan lintas industri. "Kami berkomitmen untuk melakukan bagian kami dalam melindungi anak-anak yang berada di atas atau di luar platform," katanya.

"Untuk itu, kolaborasi bersama mitra-mitra di Indonesia dan global menjadi kunci penting, termasuk bekerja sama dengan penegak hukum untuk menjaga keamanan anak-anak di atas platform kami," ungkap Dessy.

Senada dengan Meta, Sejiwa dan Ecpat juga mengingatkan bahwa orang-orang seringkali tidak menyadari bahwa ketika mereka menyebarkan konten-konten tersebut di media sosial, anak-anaklah justru yang akan menjadi korban dan menimbulkan trauma panjang.

Menurutnya, Sejiwa sendiri mendukung kampanye Meta melawan maraknya konten-konten kekerasan seksual pada anak di media sosial. Konten-konten seperti ini seringkali dibagikan kepada orang-orang terdekat agar mereka lebih melindungi anak-anaknya. Namun, tindakan seperti ini sangat merugikan anak sebagai korban.

"Meta mengajak kita bergabung lewat kampanye mereka: Help Protect Children. Don't share. Don't comment. Report. Bantulah melindungi anak-anak. Jangan edarkan. Jangan berkomentar. Laporkan. Karena Meta langsung menghapus konten-konten kekerasan seksual pada anak sesegera laporan diterima," kata Diena Haryana, Founder Sejiwa.

Bersamaan dengan kampanye ini, Meta juga berupaya untuk memerangi eksploitasi anak yang berfokus pada pendekatan tiga arah untuk mencegah penyalahgunaan, mendeteksi dan melaporkan konten yang melanggar kebijakan Meta, dan bekerja sama dengan pakar dan otoritas keamanan untuk menjaga keamanan anak-anak.

Anda dapat membantu seorang anak dengan melaporkan konten eksploitasi anak melalui hotline Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, SAPA 129 di 021-129 atau melalui Whatsapp di 08111-129-129.

Jika Anda melihat gambar di Facebook tentang seorang anak yang dilecehkan, laporkan foto atau video tersebut ke Facebook dan penegak hukum. Jangan membagikan, mengunduh, atau mengomentari konten.

Mungkin ada hukuman pidana untuk membagikan, atau mengirim pesan, foto dan video anak-anak yang dilecehkan dan dieksploitasi secara seksual. Anda tidak akan diminta untuk memberikan salinan konten dalam laporan apa pun yang Anda kirim ke Facebook.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore