
Photo
JawaPos.com – Beredar kabar induk perusahaan Facebook, Meta, berencana untuk melakukan lay off karyawan atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara massal. Induk usaha Facebook tersebut malahan dikabarkan berencana untuk mem-PHK setidaknya 12.000 karyawannya.
Diketahui, Meta telah melakukan beberapa investasi besar di Metaverse. Dikutip dari Gizchina, Selasa (18/10), sejak awal 2021 Meta telah menghabiskan lebih dari USD 15 miliar atau berkisar Rp 232 triliun untuk proyek Metaverse-nya.
Namun sejauh ini, perusahaan belum mengungkapkan secara pasti ke mana uang tersebut dibelanjakan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor dan analis.
Dan hal ini dikaitkan dengan rencana PHK massal Meta yang berkenaan dengan upaya efisiensi keuangan mereka. Banyak pakar industri khawatir bahwa upaya belanja besar-besaran Meta bisa berakhir.
"Masalahnya adalah mereka membelanjakan uang dan merahasiakannya dari investor, yang dapat menyebabkan bencana," kata Dan Ives, seorang analis di Wedbush Securities.
Ives menambahkan, hal ini masih merupakan taruhan besar bagi Mark Zuckerberg, pendiri Facebook dan CEO Meta beserta timnya. "Untuk saat ini, mereka mempertaruhkan uang mereka untuk masa depan, sementara bisnis inti mereka menghadapi tantangan besar," imbuh Ives.
Pada 2021, Meta mulai mengungkapkan informasi keuangan untuk unit bisnis Virtual Reality (VR), Reality Labs untuk pertama kalinya. Pada saat itu, perusahaan mengklaim telah menginvestasikan lebih dari USD 10 miliar atau berkisar Rp 154,7 triliun lebih dalam proyek Metaverse.
Saat ini, raksasa internet tersebut dikatakan masih belum melihat tanda-tanda akan mengakhiri kerugiannya. Perusahaan melaporkan kerugian lebih dari USD 5 miliar (setara Rp 77 triliun lebih) dalam enam bulan pertama tahun 2022.
Banyak analis memperkirakan bahwa total kerugian tahun ini akan melebihi tahun lalu. Terkait kerugian tersebut, belum ada komentar resmi dari Meta.
Namun, juru bicara perusahaan mengatakan bahwa Meta tidak akan mengungkapkan rincian keuangan unit Reality Labs. Ives melanjutkan lagi bahwa investasi besar Meta dalam proyek Metaverse sejauh ini mengkhawatirkan.
Hal itu terutama mengingat pembaruan terbaru yang ditawarkan perusahaan, termasuk rilis headset VR seharga USD 1.500 atau berkisar Rp 23 jutaan yang disebut sebagai produk "hambar".
Selain Ives, analis lainnya yakni Mark Zgutovicz juga mengkhawatirkan investasi "bar-bar" Meta untuk gagasan Metaverse ini. Dia malahan memperkirakan bahwa setidaknya 60 persen dari kerugian Reality Labs berasal dari biaya penelitian dan pengembangan yang sangat besar yang diperlukan untuk membangun dunia virtual baru.
"Sampai kita semua memakai kaca mata yang tidak membuat kita terlihat asing, setidaknya dari sudut pandang terukur, tidak ada Metaverse yang nyata," kata Zgutovicz.
Zgutovicz menegaskan, memang Meta memiliki setiap alasan untuk mencoba membangun apapun. Namun terkait dengan bisnis jangka panjang dan kinerja keuangan, Meta diminta transparan terlebih kepada para investor.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
