Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 Januari 2024 | 22.50 WIB

Potensi Kebocoran Data Pribadi Makin Besar di Tengah Kemajuan Teknologi, Simak Cara Menghindarinya

 

ilustrasi kebocoran data pribadi lewat internet/ Discover Magazine.

 
JawaPos.com - Kemajuan teknologi semakin memudahkan masyarakat dalam berbagai hal.
 
Meskipun demikian, kewaspadaan terhadap teknologi yang semakin maju harus dikedepankan karena modus kejahatan siber juga terus berkembang. Salah satunya adalah kebocoran data pribadi.
 
Dikutip dari akun Instagram Direktorat Tindak Pidana Siber (Cyber Crime Investigation Center atau CCIC) pada Minggu (21/1), Mabes Polri, kebocoran data di internet adalah penyebaran informasi pribadi seseorang hingga yang bersifat rahasia di dunia maya secara tidak sah.

"Data pribadi bisa berupa nama lengkap, alamat, nomor telepon, tanggal lahir, hingga data kartu kredit dan informasi keuangan," ungkap Direktorat Tindak Pidana Siber Mabes Polri dalam postingannya.

Sejumlah faktor yang menyebabkan kebocoran data tersebut antara lain serangan kejahatan siber.
 
Bentuknya berupa peretasan akun, virus atau malware untuk mencuri, dan phising atau penipuan terhadap seseorang agar data pribadi mereka bisa diberikan.

CCIC Polri pun memberikan sejumlah langkah bagi masyarakat agar terhindar dari kebocoran data pribadi.
 
 
Langkah pertama membuat sistem keamanan yang kuat, antara lain berupa enkripsi, firewall, VPN, dan antivirus.

Masyarakat sebaiknya menghindari penggunaan sistem keamanan gratis karena hal itu bisa bisa mengandung sistem yang malah bisa menyebarkan malware.

2. Menjaga keamanan password
 
Password sangat penting untuk menjaga kerahasiaan data pribadi. Maka dari itu, masyarakat jangan asal-asalan dalam membuat password untuk email, media sosial, hingga ATM.

"Gunakan perpaduan huruf besar, huruf kecil, simbol, angka sebagai password yang kuat," imbau postingan tersebut.
 
Masyarakat juga dihimbau untuk menghindari pembuatan password sesuai tanggal lahir, kota lahir, hingga nama keluarga.

Jika masyarakat takut lupa, ada baiknya mencatat password di buku kecil yang bisa dibawa secara praktis atau dimasukkan ke dalam tas, untuk berjaga-jaga jika lupa saat perlu membuka password.
 
Baca Juga: Wapres Sayangkan Kasus Kebocoran Data Pemilih di KPU

3. Jangan buka akses data pribadi jika berinternet dengan wifi umum
 
Hampir seluruh tempat umum telah dilengkapi dengan wifi publik gratis. Namun, saat masyarakat memanfaatkannya, jangan membuka situs yang mengandung data pribadi, misalnya membuka email, hingga e-banking, karena rawan terjadi kebocoran data.

Jika terpaksa menggunakan wifi umum untuk membuka situs yang mengandung data pribadi, sebaiknya gunakan VPN.

4. Melakukan back up data
 
Kebocoran data pribadi bisa juga terjadi karena data yang sudah ada terhapus. Maka dari itu, masyarakat perlu melakukan back up data untuk menjaga dan melindungi data pribadi.
 
***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore