Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Desember 2023 | 16.25 WIB

Wapres Sayangkan Kasus Kebocoran Data Pemilih di KPU

Wakil Presiden Ma - Image

Wakil Presiden Ma

JawaPos.com - Kasus kebocoran data pemilih di Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendapat perhatian dari Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin. Wapres sangat menyayangkan adanya kasus tersebut dan sampai memicu polemik.

"Kita sayangkan ya, bahwa (data) itu sampai bocor," katanya di Mukernas III MUI di Jakarta tadi malam (1/12). Ma'ruf berharap KPU betul-betul menjaga kerahasiaan data masyarakat atau pemilih yang mereka kelola.

Ma'ruf mengakui saat ini musimnya kebocoran. "Bukan bocor alus ya," katanya.

Mantan Ketua Umum MUI itu menegaskan, KPU ke depan supaya lebih memperhatikan sistem keamanan IT. Sehingga kasus serupa tidak terulang kembali.

Ma'ruf lantas mengomentari perkembangan proses kampanye Capres-Cawapres yang sudah berjalan beberapa hari terakhir. Dia menegaskan dalam kampanye seharusnya adu gagasan. "Bukan adu gimik," katanya. Dia mengatakan jika yang ditonjolkan saat kampanye hanya gimmick, itu tidak benar.

Dia mengatakan para pasangan capres-cawapres harus menyampaikan gagasan membangun bangsa. Menurut dia, nanti saat pelaksanaan debat, pasti akan terlihat adu gagasan di antara tiga pasangan capres-cawapres. "Kita harapkan bahwa kampanye-kampanye itu isinya gagasan," paparnya.

Secara khusus dia juga berpesan kepada jajaran MUI. Selaku Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Ma'ruf mengatakan MUI secara kelembagaan harus netral. Perkara pilihan politik, menjadi urusan hati masing-masing anggota MUI. Jadi semua anggota MUI harus patuh terhadap aturan atau kode etik yang berlaku. "Anggota MUI tidak boleh menyeret MUI kemudian tidak bersikap netral itu," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Anwar Iskandar menegaskan bahwa MUI netral dalam menyambut Pemilu 2024. Kalaupun dalam rakernas itu mengundang capres-cawapres, sifatnya sebatas mendengar gagasan-gagasan mereka. Karena mendengar baginya, adalah hal yang baik.

"Tidak berarti MUI berubah wajah jadi politik elektoral," katanya. Anwar mengatakan politik MUI tetap pada jalur politik keindonesiaan dan mengedepankan akhlak mulia.

Dia juga berpesan pemilu adalah bagian dari pembangunan demokrasi. Baginya perbedaan adalah dinamika biasa dan harus terjadi dalam kehidupan politik. Baginya terlalu mahal harganya jika karena perbedaan politik kemanusiaan persatuan bangsa jadi terbelah.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore