
Ilustrasi data breach. (Kron)
JawaPos.com - Pembentukan Badan Pelindungan Data Pribadi (Badan PDP) yang hingga kini belum terealisasi dinilai membuat masyarakat Indonesia terus berada dalam posisi rentan terhadap kebocoran data dan kejahatan digital.
Padahal, keberadaan lembaga tersebut telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).
Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, Pratama Persadha, menilai lambatnya pembentukan Badan PDP dan belum terbitnya aturan turunan UU PDP menjadi persoalan serius di tengah meningkatnya kasus kebocoran data di Indonesia.
“Tanpa pengorbanan struktural dan anggaran dari negara, masyarakat hanya akan terus menjadi korban, bukan pihak yang berkurban secara sadar,” kata Pratama kepada JawaPos.com.
Sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026, Indonesia terus dihantam berbagai kasus kebocoran data. Data 240 juta penduduk Indonesia bahkan sempat dikabarkan diperjualbelikan di dark web.
Sejumlah platform e-commerce, lembaga keuangan, hingga layanan publik juga mengalami insiden serupa yang berdampak langsung pada masyarakat.
Di sisi lain, ancaman siber terus berkembang semakin kompleks. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat sekitar 5,2 miliar anomali trafik hingga akhir 2025, dengan sektor keuangan menjadi salah satu target paling rentan.
Modus penipuan digital juga berkembang dari phishing konvensional hingga deepfake berbasis kecerdasan buatan (AI).
Menurut Pratama, kondisi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia membutuhkan lembaga khusus yang memiliki kewenangan kuat untuk mengawasi pelindungan data pribadi sekaligus memastikan kepatuhan pengelola data.
Ia menilai keberadaan Badan PDP penting bukan hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai institusi yang mampu memberikan kepastian hukum bagi masyarakat ketika terjadi kebocoran data atau penyalahgunaan informasi pribadi.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
